Chapter 45 (1/1)

Jinri menatap pemuda di hadapannya ini dengan ekspresi datarnya. Kenapa pemuda ini masih menjemputnya. Bukankah Jinri sudah menegaskan bahwa perjanjian mereka telah berakhir.“Pagi, Jinri,” sapa Chanyeol sambil tersenyum manis. Jinri benci mengakui ini, tapi senyum Chanyeol nyaris membuat jantungnya berdegup tidak normal.“Mau apa lagi?”“Menagantarmu ke sekolah,” jawab pemuda itu santai.Jinri mendengus kesal, “Bukankah sudah kubilang perjanjian kita berakhir,” kata gadis manis it mencoba mengingatkan.“Kenapa?” tanya Chanyeol ingin tahu. Dia sebenarnya sedikit tidak rela kalau  perjanjiannya dengan Jinri segera berakhir.“Aku hanya sudah tidak punya alasan untuk menahanmu lagi,” kata gadis itu pelan.Kemudian Jinri menghela napasnya perlahan, “Aku sungguh berterima kasih atas bantuanmu untuk menjadi ‘pacar pura-pura’-ku. Maaf kalau aku menyusahkanmu selama ini,” terang Jinri sambil menundukkan kepalanya.Chanyeol menatap gadis di hadapannya ini sendu. Dia seharusnya senang karena tidak harus terikat dengan Jinri lagi. Dia seharusnya senang karena bisa kembali bermain dengan para gadis cantik dan sexy di luar sana. Tapi, setelah lama bersama Jinri, Chanyeol merasa ada yang aneh dengan dirinya. Dia tidak ingin kehilangan gadis itu.“Ya sudah, aku berangkat dulu. Sampai jumpa,” pamit Jinri sambil berjalan melewati Chanyeol. Grep. Jinri membelalakkan matanya begitu Chanyeol meraih bahunya. Pemuda itu tampak memaksa Jinri menatap dalam kedua netranya. “Sebelum itu kau harus tanggung jawab, nona Choi,” kata Chanyeol membuat Jinri tertegun.Chanyeol kemudian menyeringai saat melihat ekspresi Jinri yang kelihatannya mulai salah tingkah.“Kau harus bertanggung jawab karena membuatku tertarik padamu.” O0O Jongin sebenarnya sangat bersemangat untuk bekerja hari ini, mengingat kini ada sosok Soojung yang jadi penyemangatnya. Tetapi semangatnya seketika menguap ketika menyadari bahwa Oh Sehun juga terjangkau dalam pandangannya. Yah, Jongin memang melupakan satu kenyataan bahwa Sehun adalah model yang akan menjadi ikon edisi musim panas departemen storenya.“Jongin, kau tidak mendengarku?”Jongin tersenyum kikuk, “Hmm, kenapa hyung?” tanyanya.“Ckks, jadi dari tadi kau tidak memperhatikanku?”“Oh, bukan begitu, hyung. Aku hanya sedikit kurang fokus,” kata Jongin mencoba menenangkan sang fotografer.“Kau ini dari dulu selalu begitu. Tidak berubah,” damn. Jika saja Luhan bukanlah fotografer yang digunakannya kali ini, Jongin benar-benar bisa menendang pemuda itu hingga ke galaksi Andromeda. Ingat, mood Jongin memang sedang buruk.“Jika kau tidak menyukai ekstensiku di sini, aku akan pulang,” skak mat, Luhan selalu saja mampu membaca pikirannya. Oh, Jongin mengutuk kakak semata wayangnya, Taemin karena melibatkan Luhan dalam proyeknya.“Ada ribut-ribut apa ini?” suara bening Soojung seolah mampu membuat kedua manusia yang sedang bersitegang ini menjadi lebih rileks.“Eum, bukan masalah besar. Hanya diskusi ringan,” jawab Luhan dengan senyuman khasnya. Ckckck, tadi saja dia galak pada Jongin, tapi dengan Soojung, manisnya bukan main.Soojung memasang tampang tidak pedulinya. Dia memang tidak pernah mengerti dengan apa yang dipikirkan anak lelaki tetangganya ini. Mereka selalu punya dunia sendiri dan meninggalkan dirinya dan juga Jinri berkembang sendiri. Yah, ingatkan kalau mereka berdua berada di lingkaran yang dipenuhi sosok lelaki.“Oh iya, Jong. Di mana model wanitanya? Dia seharusnya fitting dulu sebelum pemotretan,” tanya Soojung kemudian.Jongin mengerutkan keningnya penasaran, “Suzy belum datang?” tanyanya. Soojung hanya menjawab dengan gelengan kepala.“Hei, kenapa kalian tidak bilang jika partnerku adalah Bae Suzy?” tanya Sehun yang tiba-tiba sudah berada di dekat mereka.“Bukankah sudah kubilang bahwa aku tidak mau satu proyek dengan nenek sihir itu,” dengus Sehun kesal.“Sehun, jaga bicaramu,” Luhan berusaha mengingatkan.Jongin memutar bola matanya malas, “Protes saja pada direktur pelit yang hobinya memanfaatkan kenalan untuk sekedar berhemat,” tukasnya. Yah, Taemin memang sengaja melibatkan semua yang dikenalnya, dari fotografer hingga model untuk menghemat pembiayaan. Seperti yang Jongin bilang Taemin itu pelit.“Sebaiknya aku hubungi Suzy sekarang,” Jongin akhirnya mencoba untuk menghubungi Suzy.........“Shit,” dengus Jongin sambil mematikan ponselnya.“Ada apa?” tanya Soojung khawatir.“Suzy,” Jongin menyebut nama gadis itu dan menghirup napasnya dalam-dalam.“Dia baru saja mengatakan bahwa tidak bisa hadir karena ada acara mendadak, dan itu jauh lebih penting dari pada pemotretan kita,” Jongin melanjutkan penjelasannya dengan nada kesal.“Oh, baguslah. Aku tidak perlu melihat nenek sihir itu,”“Sehun,” Soojung mencoba memberi peringatan pada Sehun untuk menutup mulutnya.“Hahh, jadi bagaimana? Kita tunda?” tanya Soojung.“Mwo? Andwaee,” sahut Jongin segera.“Sudah tidak ada waktu lagi sebelum peluncuran koleksi musim panas,” jelas Jongin setengah frustasi.Soojung menghela napasnya perlahan, “Kalau begitu coba cari model lainnya,” usul Soojung.“Tidak semudah itu Soojung. Banyak prosedur yang harus dilalui,” Jongin dengan tegas menolak usulan Soojung.“Lalu apa kau punya solusi lain, huh?” Soojung kelihatannya mulai jengah dengan sikap Jongin yang lelet untuk mengambil keputusan.“Teman-teman,” Soojung dan Jongin menoleh begitu Luhan memanggil mereka.Pemuda itu, Oh Luhan tersenyum penuh arti di hadapan mereka.“Aku punya usul yang bagus. Mau dicoba?” O0O Dan Jongin sama sekali tidak menyukai usul Oh Luhan sejak awal. Bagaimana kalau kau menggantikan Suzy, Soojung?Kurasa kau sangat memenuhi syarat sebagai model yang dicari Jongin. Sebenarnya Soojung menolak ide gila itu, tetapi Luhan berhasil membujuknya. Oh, sial. Haruskah Jongin melihat Soojung berada di dekat Sehun selama pemotretan berlangsung? Dan perlu digaris bahwahi, mereka dijadikan pasangan dalam pemotretan ini.“Hei, berhentilah merengut, Jong,” Luhan mencoba memperbaiki muka Jongin yang terlihat kusut.“Kalau begitu hentikan ide gilamu, hyung,” usul Jongin ketus. Luhan hanya tersenyum penuh arti dan menggeleng pelan. Kelihatannya keputusan Luhan sama sekali tidak berubah.“Ehm, teman-teman,” suara Soojung mampu mengalihkan perhatian semua orang.“Bagaimana penampilanku? Apa ini aneh?” tanya Soojung sambil menunjukkan senyum canggungnya.Jongin berani bertaruh tidak ada siapapun yang lebih cocok daripada Soojung untuk mengenakan dress ini. Dress selutut berwarna merah yang sangat cantik. Dan jangan lupakan soal bagian punggung dress itu yang terbuka, memperlihatkan sedikit punggung Soojung yang menawan. Uhh, Soojung benar-benar menawan.“Itu tidak aneh, cantik sekali malah,” Jongin ingin sekali mengatakan itu, tetapi terlambat karena Sehun baru saja mengatakannya.Jongin memutar bola matanya malas, “Sudahlah berhenti berbasa-basi masih banyak yang harus dikerjakan,” interupsi Jongin dengan ketus. Baiklah, Jongin memang berada dalam mood terburuk.........“Yah, bagus.”“Sehun, bisa kau rengkuh Soojung lebih dekat lagi. berskiaplah seakan kalian ini pasangan kekasih,” Luhan memberi arahan.Melihat lengan Sehun melingkar di pinggang Soojung membuat Jongin panas. Dia merasa gerah.“Kau baik-baik saja, sajangnim?” tanya Seulgi khawatir. Pasalnya pemuda itu terlihat kesal seharian ini.“Tidak baik,” jawab pemuda berkulit kecokelatan itu singkat.Seulgi menghela napasnya perlahan dan mencoba mengarahkan pandangannya ke objek yang menjadi fokus Jongin. Dengan sekali lihat Seulgi juga tahu bahwa pemuda itu tengah cemburu. Jadi, apakah selama ini sosok Krystal Jung lah yang membuat pemuda itu menjaga jarak dengan semua gadis?.....

Previous chapter List chapter Next chapter