Chapter 35 (1/1)
“Sampai jumpa, Lu. Ingat jaga kesehatan di sana,” kata Minho sambil merangkul sahabatnya, Luhan.“Jaga komunikasi dengan kami, oke?” kali ini giliran Taemin yang merangkulnya. Luhan hanya tersenyum manis menanggapi teman-temannya itu.“Oh, ayolah Jung Eunji. Sampai kapan kau mau menangis seperti itu?” perhatian Luhan teralihkan oleh Jiyeon yang mencoba menenangkan Eunji.Luhan kemudian mendekati gadis itu dan menatapnya lembut. Eunji sedikit mengerjapkan matanya sambil mengendalikan diri untuk tidak kembali menangis. Ayolah, orang yang disukainya akan pergi, bagaimana mungkin Eunji tidak sedih?“Hei, bukankah kau bilang akan menungguku? Kalau begitu jangan bersedih seperti itu,” kata Luhan sambil mengacak lembut rambut Eunji.“Tersenyumlah,” pinta Luhan lembut. Eunji mencoba mengangkat kedua sudut bibirnya, mencoba tersenyum. Dan itu membuat Luhan sedikit gemas.“Kuharap Luhan hyung akan menemukan gadis yang lebih pintar di Milan nanti,” kata Sehun sambil memutar bola matanya malas.“Mungkin banyak gadis yang pintar, Oh Sehun. Tapi sebaik Eunji, kurasa hyungmu tidak akan menemukannya,” sindir Jiyeon berusaha membela Eunji. Sehun kemudian menatap Jiyeon datar, dibalas datar oleh Jiyeon kembali tentunya.“Baiklah, pesawatmu akan segera berangkat Luhan,” interupsi tuan Oh yang juga mengantar kepergian Luhan untuk ke luar negeri.Luhan mengangguk lantas menatap satu per satu orang yang mengantarnya. Ada kedua orang tuanya, ada Sehun adiknya, Taemin, Minho, Naeun, Jiyeon dan juga Eunji. Luhan menghembuskan napasnya pelan. Tak dapat ia pungkiri bahwa dirinya masih mengharapkan seseorang juga ikut mengantar kepergiannya ini. Yah, tentu saja seorang gadis yang telah sangat lama mengisi hatinya. Dengan berat hati Luhan mulai berjalan menjauh karena pesawatnya sebentar lagi akan berangkat.“Oppa,” Luhan segera menghentikan langkahnya dan berbalik begitu mendengar suara seseorang memanggilnya.Jung Soojung. Gadis itu terlihat terengah-engah. Sepertinya ia setengah berlari untuk dapat bertemu Luhan terakhir kalinya. Setidaknya hingga Luhan lulus nanti. Senyum cerah segera mengembang di wajah tampan milik Oh Luhan. Soojung pun balas tersenyum kemudian mendekati Luhan.“Hai, oppa,” dan Soojung sungguh terkejut karena tiba-tiba Luhan mendekapnya erat.Luhan memejamkan matanya. Merasakan detak jantungnya yang berpacu lebih cepat, namun teratur. Iramanya masih sama dengan sebelum-sebelumnya. Dirinya, Oh Luhan memang belum benar-benar melupakan Jung Soojung.“Oppa?”“Terima kasih sudah datang, my princess,” bisik Luhan lembut. Luhan kemudian melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Soojung dengan telapak tangannya.Luhan tersenyum lembut, “Kau harus menjaga dirimu baik-baik, arra?” kata Luhan. Soojung hanya mengangguk patuh.“Tentu. Oppa juga, harus jaga diri,” kata Soojung kemudian.“Oppa.”“Hum?”“Terima kasih.”Luhan mengernyit heran, “Untuk apa?”“Untuk semuanya,” kata Soojung sambil tersenyum.Luhan sekali lagi hanya tersenyum lembut dan manis pada Soojung. Ia lantas segera menjauh pergi. Soojung menatap punggung sosok yang sudah dianggapnya kakak itu sambil tersenyum. Yah, mungkin ini terakhir kalinya ia bisa bertatapan dengan Luhan. Entah dia akan diberi kesempatan lagi atau tidak.Soojung segera berbalik untuk meninggalkan bandara. Namun, niatnya terhenti begitu melihat sosok Sehun yang tengah menatapnya. Soojung tersenyum tipis pada Sehun seraya menghampiri pemuda itu.“Oh Sehun, mau berkencan denganku hari ini?” O0O Sehun menggandeng tangan Soojung dengan lembut. Senyum lebar tak sedikitpun memudar dari wajah tampannya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Soojung akan mengajaknya berkencan hari ini. Bukankah itu kemujuan? Dan mungkin memang Soojung sudah memutuskan untuk kembali pada Sehun.“Aku tidak menyangka bahwa Luhan hyung akhirnya berangkat juga,” kata Sehun ketika mereka memuuskan untuk istirahat sejenak ke sebuah caffe.“Kau tahu Soojung? Aku pasti akan kesepian. Tapi tak apa, selama ada dirimu, aku tak akan kesepian,” celoteh Sehun ria membuat Soojung tersenyum kecil.“Aku harap kau tidak akan merasa kesepian dengan ada atau tidaknya aku, Oh Sehun,” sahut Soojung membuat Sehun menatapnya heran.“Kau berkata seolah akan pergi jauh saja,” celetuk Sehun asal. Soojung hanya tersenyum.“Sehun?”“Maukah kau berjanji satu hal padaku?” tanya Soojung dengan sedikit serius.“Tentu saja,” jawab Sehun.“Berjanjilah untuk hidup baik dan bahagia,” kata Soojung sambil tersenyum.Entah megapa perasaan Sehun menjadi berantakan. Ia sama sekali tidak mengerti maksud Soojung. Ia merasa akan kehilangan gadis itu. Tapi itu tidak akan terjadi bukan? O0O Chanyeol menatap gadis di hadapannya ini bingung. Tentu saja Chanyeol bingung, ia baru saja dipaksa bicara berdua saja dengan gadis yang selalu menatapnya tajam ini. Gadis ini, Jung Soojung baru saja menyeretnya secara halus namun terkesan memaksa, untuk sekedar berbincang dengannya.Chanyeol sedikit berdeham mengurangi suasana canggung yang menyelimuti mereka, “Hmm, apa yang ingin kau bicarakan Soojung-ssi?” tanyanya.“Kau benar-benar menyukai Jinri?” tanya Soojung datar.“Mwo? Kenapa kau bertanya begitu?” tanya Chanyeol balik agak terkejut.“Jawab saja,” perintah Krystal datar.“Aku harus tahu alasannya, kenapa kau bertanya seperti itu,” Chanyeol bersih keras untuk mencari tahu alasan Soojung.“Hmm,” Soojung menimbang-nimbang sejenak. Perlukah ia memberitahukan ini pada Park Chanyeol?“Ku-kurasa Jinri menyukaimu,” kata Soojung akhirnya.“Jinri, dia mudah sekali untuk percaya pada orang. Dia gadis yang lembut namun kuat. Ia selalu tersenyum meski hatinya sakit. Sayang, dia harus kecewa untuk kedua kalinya soal percintaan,” Chanyeol mengangkat sebelah alisnya heran. Dua kali? Jadi gadis itu sudah patah hati dua kali?“Kenapa kau yakin bahwa Jinri menyukaiku?” tanya Chanyeol penasaran.“Hmm, kurasa dia memang belum menyukaimu seratus persen. Tapi sepertinya Jinri tertarik padamu,” kata Soojung seraya berpikir.Chanyeol mengangguk mengerti. Penyataan Soojung barusan membuatnya sedikit senang. Yah, Chanyeol akui dirinya juga sedikit mulai menikmati menjadi ‘pacar bohongan’ Jinri. bahkan dia terkadang mulai lupa bahwa status mereka hanya pura-pura. Ia selalu memperlakukan Jinri dengan baik layaknya kekasih sungguhan.“Aku harap kau dapat menjaganya,” kata Soojung membuyarkan lamunan Chanyeol.“Aku harap kau tidak menyakiti hatinya, Chanyeol-ssi,” lanjut Soojung.“Tentu. Aku tidak akan melakukannya. Aku akan menjaganya,” sahut Chanyeol.