Chapter 28 (1/1)

Chapter 28 Soojung tersenyum cerah menyambut Jongin di depan rumahnya. Jongin ikut tersenyum melihat wajah ceria Soojung.“Sudah lama menungguku, hum?” tanya Jongin sambil mencubit pipi kanan milik Soojung. Soojung hanya mengangguk tanpa menghapus senyum manisnya. Namun, seketika perhatian Soojung teralih begitu melihat Jinri yang keluar dari rumahnya.“Jinri,” Soojung mendekati gadis itu seraya memanggilnya. Jinri tidak berekspresi apapun. Ia hanya menunjukkan wajah datarnya.“Sudah lama kan kita tidak berangkat bersama. Ayo berangkat berempat lagi,” ajak Soojung sambil tersenyum manis. Jinri tidak menolak maupun menerima ajakan Soojung itu.Tin..Tin…Suara klakson mobil mengagetkan Jinri, Soojung dan Jongin. Seorang pemuda dengan gaya casual keluar dari mobil itu lantas tersenyum cerah.“Mau berangkat sekarang, tuan putri,” kata pemuda itu sambil membuka kacamata hitamnya dan menyender pada pintu mobil. Jinri tersenyum puas melihat Chanyeol datang menjemputnya. Jika ia datang kali ini, berarti dia setuju tentang perjanjian itu bukan? Perjanjian menjadi pacar Jinri untuk beberapa waktu ke depan.“Mian, aku sudah dijemput pacarku,” pamit Jinri sambil menekankan kata ‘pacar’ pada kalimatnya. Chanyeol membukakan pintu mobilnya untuk Jinri dan mempersilahkan gadis itu untuk masuk. Dengan senyumnya yang masih cerah, ia melambai kea rah Jongin dan Soojung yang masih terpaku.“Oh, dia bilang apa tadi? pacar?” Jongin masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Soojung menggeleng pelan. Lensa mata Soojung kemudian menangkap sosok Sehun yang masih memandangi mobil yang mengangkut Chanyeol dan Jinri tadi.“Sehun?” panggil Soojung membuat Sehun sedikit tersentak. Jongin terkejut mendapati Soojung sudah tak lagi di sampingnya, melainkan sudah tiba di hadapan Sehun. Kapan gadis itu melangkah ke sana?Jongin hendak menyusul Soojung saat itu, namun kakinya serasa membeku. Entah mengapa pikirannya kembali melayang pada foto yang ia temukan malam tadi. Diam-diam Jongin begitu khawatir. Apakah Soojung benar-benar pernah menyukai Sehun? Bagaimana perasaan Soojung kini? Dan terlebih bagaimana dengan perasaan Sehun? Memikirkannya membuat otak Jongin panas. Membuat perutnya mulas. Dan membuat dadanya sakit.Jongin dapat melihat ekspresi Soojung yang khawatir dengan Sehun. Gadis itu begitu sendu menatap sabhabatnya. Dan melihat itu membuat hati Jongin rasanya ngilu. Sehun sendiri menyadari tatapan khawatir Soojung yang ditujukan padanya. Sehun akui ia senang Soojung masih mengkhawatirkannya, mempedulikannya. Namun, tatapan sendu yang ditujukan Soojung membuat Sehun merasa tidak tega. Sungguh, Sehun tidak ingin membiarkan Soojungnya sedih karena memikirkannya.“Jangan melihatku begitu. Aku tidak apa-apa kok. Ayo berangkat,” ajak Sehun sambil mengacak pelan rambut Soojung. Soojung hanya tersenyum membalasnya.“Jongin ayo berangkat,” seru Soojung membuat Jongin terpaksa mengulas senyumnya. Dengan riang Soojung mengapit lengan Jongin dan Sehun. Soojung tidak tahu saja bahwa kedua pemuda itu kini tengah menatap tajam satu sama lain. O0O “Jadi kau setuju, Chanyeol-sii?” tanya Jinri seakan tak percaya pada pendengarannya. Chanyeol hanya mengangguk santai.“Yah, mulai saat ini kau bisa mengakui diriku sebagai pacarmu,” jawab Chanyeol sambil mengulas senyum lebarnya.“Gomawo,” Jinri tak bisa menutupi rasa leganya. Paling tidak ini cara terbaik untuk menghindari Sehun dan Soojung, mungkin.“Tapi, kenapa akhirnya kau setuju?” tanya Jinri lagi. Sebelumnya pemuda itu menolak permintaan Jinri. Dan sekarang malah menyanggupinya. Jadi, wajar jika Jinri penasaran.“Aku suka terlibat dengan kisah cinta yang rumit, itu saja,” jawab Chanyeol masih tetap memfokuskan dirinya untuk menyetir. Jinri hanya menganggukkan kepalnya mencoba mengerti.“Ahh, dan nona cengeng, jangan panggil aku dengan imbuhan-sii,” kata Chanyeol sambil melirik sekilas ke arah Jinri.“Panggil aku, O-p-pa,” kata Chanyeol lagi sambil tersenyum lebar. Jinri terpaku sesaat melihatnya. Senyum Chanyeol benar-benar manis. Matanya sedikit menyipit ketika tersenyum, tapi tetap tampan. Jinri menggelengkan kepalanya seseaat. Selanjutnya Jinri merutuki dirinya karena dengan mudah kembali terpesona oleh Chanyeol. Jinri tidak boleh terpesona pada playboy yang satu ini. Tidak boleh. Dan Jinri mencatatnya besar-besar dalam benaknya. O0O Dengan lesu Soojung berjalan menuju perpustakaan. Sudah sejak kemarin Jinri mendiamkannya. Bahkan Jinri terkesan ketus ketika menjawab pertanyan-pertanyaan dari Soojung. Soojung bingung. Soojung kesepian. Ia rindu celotehan Jinri. Ia rindu Jinri yang cerewet, yang lucu, yang manis. Soojung rindu Jinri. Soojung terus saja berpikir keras. Ia memikirkan kira-kira apa kesalahan yang telah ia perbuat pada gadis itu.Namun, Soojung kesal juga pada Jinri. Jinri tiba-tiba mencium seorang pria asing. Dari yang Soojung dengar, pria itu adalah kakak Jiyeon, Chanyeol? Chansoo? Chanyoung? Apalah Soojung tidak tahu pasti. Ia hanya mendapat informasi dari hasil curi dengarnya tadi. Dan sekarang Jinri menyatakan diri sebagai kekasih pria itu? Soojung tak habis pikir. Kenapa Jinri melakukannya? Mengapa Jinri melukai Sehun? Soojung sudah merelakan Sehun, tapi kepa Jinri malah menyinyiakannya? Soojung tidak punya perasaan apapun pada Sehun sekarang. Namun, naluri persahabatannya cukup kuat. Ia tak ingin sahabat-sahabatnya bersedih, itu saja.Soojung membeku sesaat. Ia hampir saja lupa kalau ia pernah jatuh hati cukup lama pada sahabatnya itu, Oh Sehun. Dan ia juga hampir saja melupakan pernyataan Sehun tempo lalu. Sehun sudah bersikap biasa saja, jadi iapun bersikap biasa saja. Jangan-jangan Jinri tahu sesuatu. Jangan-jangan… Soojung ingin sekali bertanya langsung pada Jinri. Ia tak berani menerka-nerka sendiri.Kedua retina Soojung mengangkap bayangan Jinri yang sedang memilih buku. Soojung mengatur napasnya sejenak. Ini kesempatan yang baik. Perpustakaan cukup sepi, dan Jinri sedang sendirian. Soojung pikir ini waktu yang bagus untuk menanyakan segalanya pada Jinri.“Jinri,” Soojung akhirnya memberanikan diri memanggil gadis itu. Jinri sedikit tersentak, namun dapat mengontrol dirinya dengan baik.“Hmm,” balas Jinri tanpa menolehkan diri ke arah Soojung.“Aku.. Bolehkah aku bicara denganmu?” tanya Soojung hati