Chapter 25 (1/1)
Chapter 25 Warning typo!!!! Jongin menatap kosong pemandangan sungai Han di hadapannya. Pemandangan indah yang tersaji di hadapannya itu tak dapat serta merta membuat dirinya baik. Padahal Jongin berharap mendapat ketenangan atau setidaknya pengalih perhatian dari masalahnya. Namun sayang, pemandangan yang dilihatnya malah membangkitkan kembali kenangan yang cukup mengaduk-ngaduk isi hatinya. Flash backSoojung masih diam dalam posisi dipeluk Jongin dari belakang. Gadis itu tak berani mengintrupsi Jongin dengan pertanyaan atau pembicaraan dalam bentuk apapun. Yah, itu karena Jongin telah menyuruhnya diam. Tapi sejujurnya Soojung juga merasa pegal. Mereka cukup lama berada di posisi ini. “Jungie, kau tahu? Aku sangat menyukai sungai Han,” kata Jongin tiba-tiba. Hembusan napas Jongin saat berbicara benar-benar menggelitik tengkuk Soojung.“Kau tahu kenapa aku menyukainya?” tanya Jongin. Soojung diam saja. Ia tak berniat sedikitpun menjawab pertanyaan Jongin.“Kau tahu Soojung, aliran sungai Han selalu membuatku merasa lebih tenang. Dan sekarang aku lebih menyukainya karena mempunyai kenangan di sini bersamamu,” entah mengapa Jongin menjawabnya sendiri. “Jadi jika kau mencari diriku, carilah aku di sini,” kata Jongin lagi.“Untuk apa aku mencarimu?” sungut Soojung. Jongin hanya terkekeh menanggapinya. Jongin kemudian membalik badan Soojung sehingga tepat menghadap dirinya.“Suatu saat kau pasti akan mencari ku, Soojung. Aku berani bertaruh,” jawab Jongin sambil mencubit hidung mancung milik Soojung. Soojung mendengus kesal saat hidungnya dilepaskan.“Ayo pulang. Sudah larut,” ajak Jongin sambil tersenyum. Soojung hanya membalasnya dengan mengangguk dan tersenyum manis.Flash back end Jongin kembali mendesah kala mengingat kenangan kencannya dengan Soojung. Meski kencan itu dilakukan secara terpaksa pada awalnya (karena permainan truth and dare), namun itu sangat membekas di hati Jongin. Seandainya saja ia masih bersama Soojung hingga kini, mereka tentu dapat mengulangi kencan seperti itu berkali-kali.“Jongin?” Jongin merasakan seseorang memanggilnya. Suara itu begitu lembut. Seperti suara Soojung?“Jong?” sekali lagi suara itu terdengar. Jongin menggelengkan kepalanya dan tersenyum miris. Ini keterlaluan. Jongin boleh saja amat menyukai Soojung, tetapi tidak dengan berhalusinasi dengan suara Soojung.“Kim Jongin?” suara panggilan itu kembali terdengar. Jongin menutup rapat kedua matanya. Baiklah, Jongin merasa dirinya mulai gila karena mendengar suara Soojung dimana-mana.“Ya, Kim Jongin. Kau tidak mendengarku, huh?” seru seseorang sambil meraih bahunya. Jongin terkejut. Ia mengerjapkan matanya lucu. Dan yang ditangkap oleh retinanya adalah Soojung. Benarkah ini Soojung? O0O Soojung tergesa-gesa menyusuri sungai Han. Suasana yang cukup ramai membuatnya tidak mudah untuk menemukan Jongin dimanapun. Soojung hamper saja menyerah, tetapi ia kemudian tersenyum melihat sosok yang telah dicarinya. Kim Jongin. Soojung bergegas menghampiri Jongin yang tampak sedang memandangi sungai Han.“Jongin?” Soojung memanggil Jongin dengan pelan. Ia cukup kelelahan saat ini. Dan yang paling parah adalah Soojung tak dapat mengontrol detak jantungnya yang berpacu kencang.“Jong?” sekali lagi Soojung memanggilnya. Baiklah, Kim Jongin mengabaikannya.“Kim Jongin?” Soojung berupaya memanggil Jongin sekali lagi. Tapi, tetap saja Jongin tak berbalik menoleh padanya. Jongin malah menutup rapat kedua matanya.“Ya, Kim Jongin. Kau tidak mendengarku, huh?” seru Soojung mulai putus asa karena diabaikan terus oleh Jongin. Jongin terlihat terkejut. Ia mengerjapkan matanya lucu. Soojung menahan rasa gemasnya pada Jongin. Wajah Jongin lucu. Bahakan seperti melihat hantu?“Soojung?” gumam Jongin pelan seakan tak percaya pada penglihatannya.“Ya, ini aku Jongin,” balas Soojung sambil tersenyum lembut. Sungguh, sekali lagi senyum Soojung mampu membuat Jongin kembali terpesona.“Ba-bagaimana kau bisa di sini?” tanya Jongin salah tingkah.“Bisa saja. Aku kan memang mencarimu,” jawab Soojung sambil menahan senyumnya.“Mencariku?” tanya Jongin lagi.“Kenapa mencariku?”“Kau kan sedang berkencan dengan Luhan hyung tadi. Kenapa malah jadi mencariku?” Jongin tanpa henti bertanya pada Soojung. Soojung benar-benar tak bisa menahan senyumnya. Kim Jongin tampak begitu konyol dan menggemaskan.“Kena..”“Ssssttt,” pertanyaan Jongin terpotong saat jari telunjuk Soojung menyentuh bibirnya. Oh, tak tahukah Soojung bahwa itu membuat jantung Jongin hampir copot dari tempatnya?“Diamlah dulu Jongin, dan dengarkan aku, oke?” Jongin hanya mengangguk patuh saat Soojung memintanya demikian. Soojung menghirup napasnya dalam-dalam.“Aku tak tahu harus memulainya dari mana,” kata Soojung mendesah bingung. Baiklah, Soojung merasa dirinya sangat gugup.“Aku.. Aku tak tahu sejak kapan. Tapi entah mengapa kau selalu meracuni otakku akhir-akhir ini. Kau selalu membuatku bingung. Terkadang aku tersenyum sendiri, atau bahkan merasakan kupu-kupu kecil memenuhi perutku ketika sedang bersamamu,” Soojung berusaha memulai apa yang ingin ia sampaikan.“Aku tak bisa menahan senyum di depanmu. Baiklah, mungkin kaulah alasanku untuk tersenyum. Tapi tak tahu kenapa. Aku bahkan terlalu berharap bahwa kau adalah pengagum rahasiaku, bukan yang lain,” lanjut Soojung. Jongin memandang Soojung diam ia mencerna setiap perkataan yang keluar dari bibir Soojung.“Hatiku rasanya sangat sakit saat kita mengakhiri semuanya. Sakit sekali. Aku tak tahu apa yang terjadi denganku. Tapi rasanya hampa saat kau jau dariku Jongin,” Soojung mengakhiri penjelasannya yang panjang lebar.“Kau menyukaiku, huh?” tanya Jongin to the point.“Mwo?” Soojung setengah berseru saat mengucapkannya.“Inti dari penjelasanmu yang panjang lebar itu. Kau menyukaiku kan?” tanya Jongin lagi sambil