Chapter 24 (1/1)

Chapter 24 Warning typo!!!!! Kencanlah denganku Soojung, maka kau akan mendapat jawabannya. Tawaran dari Luhan terus teringiang dalam benak Soojung. Dia tidak tahu apakah keputusan menerima tawaran Luhan ini tepat atau tidak. Yang ia tahu ia butuh memastikan dan memantapkan perasaannya. Soojung menghirup udara dalam-dalam kemudian mengamati penampilannya di depan cermin. Soojung tidak terlalu berlebihan dalam berdandan. Ia hanya menggunakan terusan selutut berwarna putih dan memoles sedikit wajahnya agar lebih terlihat segar.“Wah, putriku cantik sekali,” suara nyonya Jung seketika membuat Soojung tersenyum tipis.“Luhan sudah menunggumu di luar,” kata nyonya Jung lagi.“Benarkah? Kalau begitu aku harus segera pergi sekarang,” sahut Soojung kemudian berbalik dan tersenyum ceria ke arah eommanya. Nyonya Jung menatap putrinya ragu, seperti ada yang ingin ia tanyakan.“Kau yakin pergi berkencan dengan Luhan? Bukan Jongin?” tanya nyonya Jung akhirnya.“Sudah kubilang aku sudah berakhir dengan Jongin, eomma. Untuk apa aku berkncan dengannya lagi,” jawab Soojung sambil menyemprotkan parfum ke leher dan pergelangan tangannya.“Tapi, eomma pikir kau menyukai Jongin,” nyonya Jung melipat kedua tangan di depan dada meragukan jawaban Soojung.“Sudahlah eomma, aku tak mau terlalu memikirkannya,” sahut Soojung kemudian.“Aku pergi dulu,” pamit Soojung kemudian sambil mengecup pipi eommanya. Nyonya Jung hanya mendesah dan kemudian tersenyum menanggapi. Terserah Soojung saja, asal ia bahagia.Soojung mendapati Luhan tengah tersenyum manis menyambutnya. Pemuda itu tampak tampan dan memukau dengan balutan kemeja hitam. Luhan sengaja menggulung lengannya hingga ke siku, menambah kesan cool pada dirinya.“Sepertinya kau cukup terpesona pada teman kencanmu ini, Soojungie,” goda Luhan membuat Soojung mendesis.“Heol, kau terlalu percaya diri, oppa,” sahut Soojung kemudian.“Hah, padahal aku berupaya keras untuk membuatmu terpana,” Luhan mendesah kecewa. Soojung hanya terkikik menanggapinya.“Ya sudah, siap bersenang-senang denganku, princess,” ajak Luhan sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum lembut ke arah Soojung.“Soojung,” panggil seseorang seolah mencegah Soojung untuk menerima uluran tangan Luhan.Soojung menatap tajam ke arah orang itu. Sedang Luhan hanya mendesah pasrah. Ia hanya berharap kencan yang telah lama diimpikannya ini tak gagal.“Mian, hyung. Boleh aku bicara sebentar dengan Soojung?” orang itu meminta izin terlebih dahulu pada Luhan.“Tentu, Jongin. Silahkan,” jawab Luhan sambil tersenyum.“Soojung aku ingin memberimu penjelasaan,” kata Jongin sambil memangdang Soojung yang masih menatapnya tajam.“Baik, katakan,” Soojung berujar singkat.“Aku rasa kita perlu menyelesaikan ini berdua,” kata Jongin sambil melirik Luhan.“Baik aku tunggu kau di mobil saja Soojung,” kata Luhan seolah mengerti kode dari Jongin.“Tidak, oppa. Ini tak akan lama,” cegah Soojung saat Luhan beranjak.“Katakan sekarang dan cepat, Jong,” perintah Soojung dengan nada dinginnya. Jongin mendesah pelan.“Aku meminta maaf ..,”“Aku sudah katakan bahwa aku memaafkanmu, ingat?” Soojung memeotong perkataan Jongin.“Baiklah. Tapi aku mohon kembalilah padaku Soojung. Aku tak bisa hidup tanpamu,” Jongin memohon.“Kau tidak akan kehilangan aku Jong. Kita kan sahabat,” Soojung menanggapi Jongin yang kelihatannya mulai putus asa.“Tapi..,” Jongin berusaha kembali mengubah keputusan Soojung.“Aku sedang ada janji kencan saat ini, jadi kumohon untuk tidak mengganguku,” kata Soojung dengan ketus.“Ayo, oppa,” ajak Soojung pada Luhan. Namun, langkah Soojung terhenti karena Jongin meraih lengannya.“Paling tidak jawab satu pertanyaanku, Jungie. Setelah itu aku tak akan lagi mengganggumu,” pinta Jongin. Soojung mendesah. Jongin sangatlah keras kepala.“Saat menerimaku waktu itu, apakah kau melakukannya karena kau pikir aku yang mengirimu bunga, atau karena kau memang menyukaiku?” tanya Jongin berusaha menatap kedua mata Soojung.“Itu karena aku tersentuh. Aku tersentuh karena kupikir kau yang mengirimiku bunga,” jawab Soojung tanpa melihat Jongin.“Benarkah itu?” Jongin kembali mencegah Soojung untuk meninggalkannya. Soojung mendesahkan napasnya kesal. Kemudian menatap Jongin tajam, tepat di kedua lensa kelamnya.“Aku hanya tersentuh, hanya itu,” kata Soojung tegas. Entah mengapa Jongin merasa dadanya begitu sesak. Ia pikir telah berhasil membuat Soojung jatuh hati padanya. Ia pikir Soojung menyukainya.“Maaf, Jongin. Sepertinya Soojung sudah cukup menjelaskannya padamu,” interupsi Luhan sambil melepaskan lengan Soojung dari cengkeraman Jongin. Jongin sudah cukup lemas saat Luhan membawa Soojung pergi dari hadapannya. Dan ketika mobil Luhan melesat pergi, Jongin merasakan sebagian hatinya telah pergi juga. O0O Luhan menyetir dengan kecepatan sedang. Pandangannya hanya fokus pada jalan di hadapannya kini. Sedang pikiran Luhan melayang entah mengapa. Moodnya semula yang amat sangat baik berubah sedikit tidak baik. Entahlah, Luhan tak tahu. Ia hanya takut Soojung kembali ke sisi Jongin. Hanya itu.“Kita mau kemana, oppa?” tanya Soojung membuyarkan lamunan Luhan.“Lihat saja nanti, yang pasti kau tak akan kecewa karena pergi denganku,” jawab Luhan sambil tersenyum manis. Soojung hanya mengangkat bahunya acuh.Kini Soojung menatap tiket yang ditunjukkan Luhan padanya. Mereka telah sampai ditujuan pertama, bioskop.“Hal yang paling ingin kulakukan, nonton hanya berdua denganmu,” jelas Luhan tetap sambil tersenyum. Soojung menatap Luhan dalam. Ia tak menyangka bahwa pemuda yang telah dianggap sebagai kakaknya ini begitu menantikan untuk dapat berkencan dengannya.“Ayo, filmnya akan segera mulai,” ajak Luhan sambil meraih lengan Soojung. Soojung sendiri menurut mengikuti Luhan.“Filmnya bagus,” komentar Soojung riang sesaat setelah film usai. Luhan tersenyum lega mendengarnya. Satu langkah telah ia lewati bersama Soojung.“Kita kemana lagi, oppa?” tanya Soojung antusias. Luhan hanya tersenyum misterius.“Ikut saja, Jungie-ya,” jawab Luhan lalu meraih tepak tangan Soojung menggenggamnya dengan lembut. Soojung sedikit terkejut. Namun, ia tidak berniat melepaskan tautan tangannya dengan Luhan.Tempat kedua yang mereka datangi adalah game center. Soojung dan Luha