Chapter 20 (1/1)

Chapter 20Suzy masih betah dalam posisinya saat ini. Posisi mengintip diam-diam kencan mantan kekasihnya Kim Myungsoo. Sampai saat ini Suzy merasa bahwa Kim Myungsoo masih menaruh hati padanya. Mengingat sifat Myungsoo yang sekeras batu, Suzy meyakini bahwa namja itu tidak mungin bisa lekas berpaling pada gadis lain. Namun, rupanya perkiraan Suzy sedikit meleset. Ia tak menyangka bahwa mantan kekasihnya itu mampu berpaling pada gadis lain. Yang lebih membuat Suzy uring-uringan, gadis itu adalah Jung Soojung. Uh, belum berhasil mengambil hati Jongin, malah kini giliran Myungsoo. Suzy benar-benar kesal pada Soojung. Soojung terlalu beruntung.Sebetulnya, Suzy cukup merutuki pekerjaannya hari ini. Bagaimana bisa ia berpikiran untuk mengikuti kencan Myungsoo dan Soojung? Yah, Suzy sudah mengikuti mereka sejak dari rumah Soojung. Ajaibnya, Myungsoo yang sangat peka terhadap keberadaan dirinya bahkan tidak menyadari bahwa diikuti oleh Suzy. Suzy sebenarnya hanya sedikit penasaran dengan rencana Myungsoo yang tiba-tiba mengajak Soojung kencan. Ayolah, mereka bahkan seperti kucing dan tikus saat di pertandingan basket tempo lalu. Dan Suzy yakin benar bahwa Soojung bukanlah tipe Myungsoo. Atau Myungsoo memang mengganti tipe kesukaannya?Suzy cukup tercengang ketika Myungsoo tidak dapat berkutik di hadapan Soojung. Jika biasanya Myungsoo mempunyai aura dan kharisma yang amat memikat, maka kini semuanya mendadak lenyap. Pertama Myungsoo dibuat terpesona oleh penampilan Soojung yang Suzy akui cukup anggun. Kedua dengan mudahnya Soojung menyetujui usul menonton film horror. Padahal Suzy yakin sekali bahwa Myungsoo hanya ingin membuat Soojung memohon padanya dengan wajah ketakutan. Namun, ini Soojung. Ia berbeda dengan gadis lainnya. Ketiga, Myungsoo ingin membuat Soojung tekagum-kagum lantas terpesona saat melihatnya bermain bowling. Namun, lagi-lagi tak berhasil. Yah, Soojung bahkan terlihat jauh lebih mahir dibandingkan Myungsoo.Ahh, satu hal lagi yang teramati oleh Suzy, yaitu sikap dan ekspresi Myungsoo. Pemuda itu Nampak lebih rileks dan normal ketika berkencan dengan Soojung. Bukan berarti Myungsoo tidak normal, bukan. Hanya saja Myungsoo terkenal sebagai namja dingin dan tidak terlalu bisa mengekspresikan perasaannya. Itu jugalah yang terjadi saat berhubungan dengan Suzy. Myungsoo sangat dingin, tidak romantis, kaku, dan over protektif. Karena seifat Myungsoo itulah Suzy memutuskan hubungan mereka. Suzy sebenarnya gadis yang amat sabar, namun kesabarannya habis ketika Myungsoo terlalu dibutakan rasa cemburu. Saat Suzy dan sepupunya tengah berpelukan melepas rindu, Myungsoo malah memukul sepupunya habis-habisan. Ia terlalu curiga pada semua namja yang berada di dekat Suzy. Sering sekali teman-teman sekelasnya, khususnya namja yang menjadi bahan bully-an Myungsoo dan teman-temannya. Dan kali itu giliran sepupunya, Suzy tak bisa tinggal diam. Dan berakhirlah hubungan mereka.Suzy menghela napasnya mencoba kembali ke dunia nyata dan fokus pada intaiannya. Dahi Suzy mengerut ketika menyadari Myungsoo tak lagi berada di bangkunya. Di meja itu hanya ada Soojung dan Sehun. Lalu ke mana Kim Myungsoo?“Mencariku, Suzy-ah?” seketika Suzy terperanjat saat mendengar suara yang amat dikenalnya. Pelan-pelan Suzy menolehkan kepalanya. Itu dia, Kim Myungsoo dengan senyum yang dulu pernah membuat Suzy terpikat.“Myungsoo,” Suzy menggumam begitu pelan.“Kau mengikutiku dan Soojung?” selidik Myungsoo to the point.“Anniya, aku kebetulan lewat sini,” elak Suzy sambil mengibaskan tangannya.“Benarkah? Padahal aku berharap kau benar-benar mengikutiku. Aku sungguh kecewa,” ungkap Myungsoo sambil menghela napasnya.“Aku sudah punya Jongin, untuk apa mengikutimu,” kata Suzy membuat Myungsoo intens menatapnya.“Kau benar-benar menyukai Kim Jongin?” tanya Myungsoo serius.“Tentu saja,” jawab Suzy sambil mengalihkan pandangannya seolah enggan terintimidasi oleh tatapan tajam Myungsoo. Sialnya mata elang itu masih mempesona bagi seorang Bae Suzy.“Bohong, aku yakin hati kecilmu masih memilihku,” ucap Myungsoo terus memandangi Suzy.“Kau terlalu percaya diri Kim Myungsoo,” desis Suzy angkuh.“Yah, mungkin aku terlalu berharap seperti katamu,” ujar Myungsoo pelan.“Hah, sudahlah sebaiknya kau kembali pada teman kencanmu. Tak baik meninggalkannya bersama namja lain,” kata Suzy seraya meninggalkan Myungsoo. Namun, langkah Suzy tertahan akibat genggaman Myungsoo pada lengannya.“Kau tahu, kau bahkan masih spesial bagiku, Suzy-ah,” aku Myungsoo dengan pandangan melembut. Suzy terdiam seolah tersihir dengan tatapan Myungsoo yang begitu lembut.“Tidak adakah kesempatan lagi untukku?” tanya Myungsoo. Suzy segera melepaskan diri dari Myungsoo dan mentapnya tajam.“Maaf, Myungsoo. Tapi hatiku milik orang lain sekarang,” jawab Suzy kemudian kembali melangkah jauh meninggalkan Myungsoo. Myungsoo menatap Suzy sendu. Ia tak menyangka rasanya akan sesesak ini saat kembali ditolak oleh gadis yang amat ia sayangi. Mungkin ini benar-benar hukuman baginya. Myungsoo mendesahkan napasnya pelan. Ia kemudian berbalik untuk menghampiri Soojung. Namun, langkah Myungsoo terhenti. Sepertinya ada pembicaraan yang cukup serius antara Soojung dan Sehun. O0O “Kalian masih betah mengikuti Soojung, huh?” suara Jinri mengejutkan Jongin, Luhan, Minho, dan Taemin.“Aku pikir kalian bercanda. Ternyata serius,” kata Jinri sambil berdejak memandangi rekan-rekannya.“Ya, Choi Jinri. Kenapa kau ke mari? Kau akan membuat mereka semua curiga,” omel Jongin. Jinri mendengus pelan.“Kalian sungguh kekanakan. Soojung sudah besar. Biarkan ia melakukan hal ia anggap benar,” kini Jinri yang kesal mengomeli mereka berempat.“Berkencan dengan namja itu juga benar, begitu?” sindir Minho. Jinri menghela napasnya pelan.“Kalian tahu, Kim Myungsoo tak seburuk yang kita pikirkan. Dan lagi sepertinya Soojung mampu mengatasi namja angkuh itu dengan baik,” Jinri mencoba memberi penjelasan.“Sekarang kalian pulang, atau aka