Chapter 19 (1/1)

Chapter 19“Kau, Jung Soojung, berkencanlah denganku,” kata Myungsoo sambil tersenyum.Permintaan Myungsoo sontak mengejutkan semua pihak. Beberapa siswi menjerit tertahan ketika mendengarkan permintaan seorang Kim Myungsoo. Menurut mereka suatu keberuntungan bisa mendapatkan hati Kim Myungsoo yang notabene merupakan seorang yang begitu dingin. Yah, dia memang Jung Soojung versi laki-laki. Hanya saja jika Soojung mempunyai hati yang lembut, Myungsoo mempunyai hati sekeras batu.“Jika kau ingin bercanda maka timing mu tidak tepat, tuan Kim,” sindir Soojung dingin. Walau ia sempat terkejut akan perkataan Myungsoo, Soojung dengan cepat mengembalikan ekspresi dingin dan tajamnya. Myungsoo berdecak kagum, gadis ini benar-benar hebat dalam berekspresi.“Aku tidak bercanda, asal kau tahu saja,” balas Myungsoo asal. Kemudian ia mendekatkan wajahnya ke wajah Soojung, membuat gadis itu mundur selangkah. Myungsoo tersenyum melihat ekspresi tidak suka yang ditunjukkan Soojung.“Maka, berkencanlah denganku akhir pekan ini,” kata Myungsoo lagi.“Apa yang kudapat jika bersedia berkencan denganmu?” tanya Soojung berusaha tidak terintimidasi dengan mata elang milik Myungsoo. Myungsoo tertawa pelan menanggapi pertanyaan Soojung.“Ckk, kau memang bukan gadis sembarangan Jung Soojung. Aku kan memberikanmu satu permintaan. Apapun yang kau minta akan kulakukan,” tawar Myungsoo.“Lalu kenapa memilihku?” tanya Soojung lagi.“Aku hanya ingin tantangan baru. Mengencani gadis yang mempunyai banyak penggemar rasanya sangat menantang,” Myungsoo menjawab sambil memperhatikan ekspresi Jongin, Luhan, Minho, bahkan Sehun. Myungsoo juga dapat melihat ekspresi namja-namja lain yang sepertinya menaruh hati pada Soojung.“Apa maksudmu, huh?” tanya Soojung tidak mengerti. Myungsoo hanya terkekeh.“Kau benar-benar gadis yang polos Jung Soojung. Mirip dengan sesorang,” kata Myungsoo menanggapi sambil melirik ke arah Suzy. Soojung mengamati sekilas arah pandangan Myungsoo. Sepertinya Soojung tahu apa sebenarnya tujuan Myungsoo.“Baiklah,” kata Soojung membuat semua orang menatapnya.“Aku akan berkencan denganmu,” kata Soojung lagi.O0O“Ya, Jung Soojung, kau tidak menjawab pertanyaanku,” omel Jongin ketika Soojung akan memasuki rumahnya. Soojung berhenti kemudian menoleh ke arah rekan-rekannya.“Apa lagi sih, Jong?” tanya Soojung sewot.“Kenapa kau mau berkencan dengan namja menyebalkan itu?” tanya Jongin dengan suara meninggi.“Benar, Soo. Dia sepertinya bukan namja yang baik,” kata Jinri. Ia tak habis pikir mengapa Soojung mau menerima ajakan kencan Kim Myungsoo.“Aku punya alasan,” kata Soojung singkat.“Apa?” tanya Sehun dan Luhan bersamaan. Mereka saling menatap sesaat namun kembali fokus pada Soojung.“Aku tak dapat memberitahukannya sekarang. Kalian percaya saja padaku,” kata Soojung sambil meninggalkan rekan-rekannya.Soojung mendesah pelan ketika memasuki kamarnya. Hari yang melelahkan. Ia tak dapat menyangka jika bertemu lagi dengan, Kim Myungsoo. Sepertinya Soojung harus melakukan ritual buang sial. Dia terdiam sejenak memandangi potret dirinya dengan Jongin, Sehun, dan Jinri saat kelulusan SMP. semoga keputusannya ini tepat.O0OMyungsoo mengetuk perlahan pintu rumah Soojung. Kemudian dapat ia lihat wanita paruh baya dengan wajah yang amat ramah menyambutnya.“Saya Kim Myungsoo, teman Soojung,” kata Myungsoo seraya membungkuk memperkenalkan diri.“Ahh, kau rupanya. Soojung sudah bercerita akan pergi denganmu hari ini,” kata eomma Soojung sambil tersenyum. Myungsoo ikut tersenyum. Soojung bercerita tentang dirinya?“Kau tampan sekali ternyata,” kata Nyonya Jung membuat Myungsoo kembali tersenyum.“Tapi perilakunya tak sebagus tampangnya,” sahut Soojung muncul. Myungsoo sedikit terkejut saat menyadari kehadiran Soojung. Soojung tampil cantik dengan kemeja marun kotak-kotak dan denim panjang yang menghiasi kaki jenjangnya. Myungsoo sedikit terpesona dibuatnya.“Ckk, kau tidak boleh mengatakan hal yang tak sopan seperti itu, Soojungie,” kata sang ibu menasehati. Soojung hanya memperlihatkan cengiran lebar menanggapi perkataan ibunya.Setelah berpamitan, mereka pun menuju mobil milik Myungsoo. Myungsoo memandang diam ke arah Soojung seperti masih terhipnotis saat mereka sampai di depan pintu mobil.“Jangan menatapku seperti itu, nanti kau suka padaku,” kata Soojung datar. Lamunan Myungsoo buyar. Ia memandang sebal ke arah Soojung.“Percaya diri sekali,” sindir Myungsoo. Ia heran bagaimana bisa gadis yang dingin, sombong, dan terlalu percaya diri ini diperebutkan banyak namja. Yah, walau Myungsoo akui Soojung itu cantik.“Jadi kita kemana dulu?” tanya Myungsoo.“Kau kan yang mengajakku, kenapa tanya aku,” jawab Soojung. Myungso kesal. Soojung benar-benar gadis yang menyebalkan. Apa gadis ini tidak pernah berkencan sebelumnya? Mereka pun segera meninggalkan perumahan tempat Soojung bernaung.O0O“Bagaimana jika film ini?” Myungsoo bertanya sambil menunjuk poster film horror yang sedang booming akhir-akhir ini. Soojung mengernyit sebentar seperti berpikir. Myungsoo tersenyum memperhatikan ekspresi Soojung. Ia memang sengaja membuat gadis ini kesal dengan memilih film horror bukannya film romantis untuk kencan.“Hmm, baiklah. Aku juga penasaran dengan film itu,” jawab Soojung sambil tersenyum sekilas. Myungsoo sedikit terhenyak menyadari bahwa Soojung sama sekali tidak keberatan dengan film pilihannya.“Kau tidak beli tiketnya, huh?” tanya Soojung saat tak ada respon apapun dari Myungsoo.“Baiklah, kau beli tiketnya. Dan aku akan beli minuman dan popcorn nya,” tawar Soojung datar. Myungsoo hanya mengangguk. Dalam diam ia masih mengamati sosok Soojung yang menjauh. Ia pikir Soojung sama saja seperti gadis lainnya, yang dengan mudah mengagumi sosok Kim Myungsoo. Namun, salah. Soojung bahkan tidak pernah meliriknya, menanggapi Myungsoo dengan dingin bahkan terkesan sinis. Myungsoo menggelengkan kepala sambil menghela napasnya. M