Chapter 17 (1/1)

Chapter 17Cameo: Kim Myungsoo and Infinite memberHari ini merupakan hari yang cukup spesial, karena merupakan final pertandingan basket antara SMA. Yang menjadi salah satu finalis tentu saja tim dari SM High School. Berkat kerja keras dan kepemimpinan yang keras dari Choi Minho selaku ketua akhirnya berbuah manis, mereka dapat masuk ke final. Para siswa-siswi SM High School berbondong-bondong datang untuk menyemangati tim sekolah mereka. Banyaknya supporter didominasi oleh kalangan siswi. Yah, itu karena para anggota tim basket begitu populer di kalangan gadis-gadis.“Pokoknya kalian harus semangat. Go, go, go, fightiiing!” kata Suzy selaku manajer menyemangati. Tak urung semua anggota tim pun bersemangat. Terlebih disemangati oleh manajer mereka yang cantik.“Oppa,” panggil Jinri lebih ke arah Minho selepas Suzy pergi karena dipanggil oleh pihak panitia.Minho melambai dan tersenyum membalas panggilan adik tersayangnya. Di belakang Jinri juga sudah ada Soojung, Luhan, Taemin, dan Naeun. Sehun yang berada di dekat Minho tersenyum melihat sosok Soojung yang tengah tersenyum. Namun, senyum Sehun memudar kala menyadari bahwa senyum Soojung ditujukan untuk orang lain, Kim Jongin.“Kalian tidak membawa sesuatu untuk mendukung kami, huh?” tanya Sehun mencoba menormalkan ekspresinya.“Memang kami harus membawa apa?” Soojung balik bertanya.“Paling tidak spanduk-spanduk atau, seperti para supporter lain,” jawab Sehun.“Hiish, kami tidak seperti mereka, kami lebih istimewa,” protes Jinri.“Memang apa yang akan kau berikan, Choi Jinri?” tanya Jongin. Jinri hanya tersenyum misterius. Cup. Jinri dengan cepat mencium pipi Sehun. Semua menatap Jinri tak percaya. Sehun melirik Soojung sekilas. Gadis itu nampak baik-baik saja. Bahkan tak ada pandangan kecewa yang ditunjukkan seperti saat Sehun mencium Jinri beberapa waktu yang lalu.“Daebak, Choi Jinri,” seru Taemin terkejut membuat pipi Jinri merona.“Aiish, apakah kau akan mencium kami satu per satu seperti itu? Shireo,” protes Jongin.“Ya, Jongin siapa juga yang mau menciummu?” sindir Jinri membuat semua orang tertawa. Namun, tidak untuk Sehun. Sehun menatap Soojung yang kini tengah tertawa dalam diam. Luhan yang memperhatikan ekspresi lain dari sang adik pun berhenti tertawa. Ia kemudian mencari tahu sosok yang tengah dipandangi Sehun. Dia adalah Soojung, Jung Soojung.“Sudahlah, sudah, ayo kita ke bangku penonton,” ajak Soojung. Setelah memberikan semangat mereka pun segera menuju bangku penonton.O0O“Wah, manajer SM High School benar-benar cantik,” kata salah seorang tim lawan menanggapi.“Tentunya, jika tak cantik maka tak ada yang percaya bahwa dia adalah mantan kekasih dari Kim Myungsoo,” oceh rekannya yang lain. Myungsoo yang merupakan ketua tim lawan menatap tajam ke arah rekannya tadi.“Bukan mantan, setidaknya Myungsoo masih menganggapnya kekasih,” kata seseorang bernama Sungyeol seperti menyuarakan isi hati Myungsoo.“Tapi sepertinya sulit. Lihat, sedari tadi gadis itu hanya fokus pada satu orang,” balas orang yang tadi meledek Myungsoo, Sungkyu.“Yang hitam itu maksudmu?” tanya rekannya yang lain, Hoya. Myungsoo yang menjadi bahan perdebatan hanya diam memandangi gadis yang selama ini mengisi hatinya dari jauh.“Tapi, ngomong-ngomong siswi SM High School memang cantik-cantik,” kata seorang rekannya, Woohyun.“Lihat apa lagi gadis yang terkesan dingin itu, begitu menawan,” lanjut Woohyun berdecak kagum.“Benar, terlebih gadis di depannya itu. Sayang, sudah punya pacar,” kata Sungyeol sedikit kecewa ketika tengah melihat Jinri mencium pipi Sehun.Myungsoo memandangi gadis yang disebut oleh kedua rekannya. Ada tiga orang gadis di sana. Salah satunya gadis bertampang dingin. Namun, Myungsoo akui gadis itu punya pesona yang memikat. Myungsoo beralih mengamati namja yang sejak tadi menjadi perhatian dari mantan kekasihnya, Suzy. Namja itu terlihat hanya fokus dan tersenyum pada satu orang, gadis berwajah dingin tadi. Menyadari kenyataan yang ada membuat Myungsoo tersenyum. Sepertinya ia mendapat peluang kembali mendapatkan Suzy kembali.O0OFinal pertandingan basket antara SM High School melawan Infinite High School segera berlangsung. Kedua tim bertarung sengit untuk memperoleh score dan mendapat gelar juara. Riuh suara penonton menggema di penjuru ruang arena pertandingan. Kemampuan mereka cukup seimbang, m