Chapter 8 (1/1)

Chapter 8Cuaca hari ini cukup cerah. Dan suasana taman bermain cukup lenggang mengingat ini masih jam sekolah. Keempat remaja dengan dandanan kasual tanpa seragam sekolah terlihat bercengkerama menikmati permainan di taman bermain ini. Well, itu adalah Soojung, Jongin, Sehun, dan Jinri. Mereka memang berhasil membolos ke taman bermain. Soal seragam? Jangan ditanya. Jongin dan Sehun dari dulu ingin sekali melakukan bolos bersama. Namun sayang, rencana bolos bersama selalu gagal karena Soojung. Yup, si siswi teladan Jung Soojung tidak akan pernah membolos. Tetapi kini Soojung berhasil kena bujuk rayu sahabat-sahabatnya untuk membolos. Dan lagi sebegitu niatkah mereka membolos hingga telah mempersiapkan baju untuk hangout jika sewaktu-waktu Soojung berubah pikiran? Huh, Soojung benar-benar tidak habis pikir.Setelah puas bermain dan berkeliling kini mereka tengah duduk di food court taman bermain sambil menikmati es krim. Mereka menikmati es krim dengan tenang. Tidak berisik. Yah, diam. Sepertinya mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.“Sepertinya langit mendung,” ujar Jinri memecah keheningan.“Benar, padahal tadi cerah sekali,” tambah Soojung.“Well, setelah ini kita pulang, jadi tak masalah,” kata Jongin tenang. Dan perkataan Jongin tadi cukup membuat Jinri tersentak.“Andwee,” seru Jinri membuat ketiga sahabatnya kini menatap dirinya.“Kita belum naik bianglala,” lanjut Jinri sambil memasang cengirannya.“Jinri, itu untuk pasangan,” ujar Soojung mencoba memberi penjelasan.“Yah, sebenarnya bukan untuk pasangan sih, tetapi rata-rata yang naik pasangan kan?” tambah Soojung dengan sedikit meralat perkataannya. Jinri mengerucutkan bibirnya kecewa.“Tetapi bukankan kita telah terlihat berpasangan?” tanya Jongin dengan pandangan berbinar.“Benar, benar. Kau bisa bersama Jongin dan aku bersama Jinri,” Sehun menanggapi sambil ber-high-five dengan Jongin.“Kenapa aku harus denganmu, Sehun?” protes Jinri. Soojung pun hendak protes.“Relakan nasibmu saja nona-nona,” kata Jongin seraya menarik Soojung menuju bianglala, yah sebelum Soojung ikut protes.Akhirnya mereka menaiki bianglala dengan berpasangan. Sehun dan Jinri telah masuk duluan. Sedang Jongin dan Soojung masuk pada ruang berikutnya. Dan bianglala pun berputar perlahan.O0O“Kau terlihat lebih tegar dari yang kukira,” kata Sehun saat mereka, Sehun-Jinri terdiam cukup lama.“Yah, kau tahu aku cepat beradaptasi,” kata Jinri menanggapi.“Aku cukup bahagia dengan memiliki kalian semua,” tambah Jinri sambil tersenyum lebar. Sehun memandang senyum Jinri dengan tatapan sendunya.“Aku tidak suka saat kau disakiti Taemin hyung,” kata Sehun pelan, namun masih terdengar oleh Jinri.“Kau tidak boleh menyalahkan Taemin Oppa, Sehun-a. Ini sepenuhnya hanya salah paham, kau tahu?” sahut Jinri.“Semua orang berhak memilih kebahagiannya,” lanjut Jinri. Sehun menatap Jinri sekilas kemudian beralih memandang ke luar.“Aku tidak suka kau disakiti, aku tidak suka kau terluka, aku tidak suka kau menangis, terlebih itu karena Taemin hyung,” ucap Sehun terus melihat ke arah luar.“Kau terlalu berlebihan, Oh Sehun,” kata Jinri. Sehun kemudian beralih menatap Jinri. Menatap tajam dan dalam kedua mata milik sahabatnya itu.“Tidak berlebihan jika aku menyukaimu, Choi Jinri,” kata Sehun penuh keseriusan. Jinri terdiam, berharap itu tadi bualan Sehun.“Aku serius, aku menyukaimu. Tidak, aku mencintaimu, saranghae,” lanjut Sehun berusaha meyakinkan Jinri. Jinri mencari kebohongan dalam mata Sehun, namun nihil. Selanjutnya kediaman menguasai mereka hingga bianglala membawa mereka turun.O0OSoojung menatap pemandangan dari jendela dengan takjub. Sebenarnya dari dulu ia ingin naik bianglala, namun gagal karena tidak memiliki pasangan. Sekarang ada Jongin, namun Soojung merasa itu bukan pasangan. Sedang Jongin memandang ekspresi Soojung dengan senyum manis yang selalu menghiasi wajahnya.“Kau tersenyum seperti orang bodoh, Jongin,” Soojung tiba-tiba membuyarkan lamunan Jongin, tentang Soojung. Jongin yang kedapatan tengah melamun hanya nyengir sambil mengusap tengkuknya.“Jongin, apakah kehilangan cinta pertama begitu menyakitkan?” tanya Soojung sambil melihat ke luar, menikmati pemandangan yang ada.“Mungkin. Yah, itu setelah aku melihat Jinri,” jawab Jongin cukup ragu.“Apakah kau sudah memiliki cinta pertama, Jong?” tanya Soojung lagi kini menatap mata gelap Jongin.“Ya, kenapa kau bertanya seperti itu sih?” Jongin balik bertanya sambil menetralkan detak jantungnya. Pertanyaan Soojung nyaris membuatnya mati berdiri. Tapi, Jongin sedang duduk, jadi mati duduk?“Aku yang bertanya duluan, malah balik tanya,” protes Soojung kesal. Ditanggapi cengiran khas Kim Jongin.“Jika orang yang kau cintai bahagia dengan orang lain, apa yang kau lakukan Jongin?” tanya Soojung membuat Jongin sedikit berpikir keras.“Apakah kau menyerah?” tanya Soojung lagi.“Entahlah, tetapi aku tak akan membiarkanku kehilangannya. Aku tak akan menyerah,” jawab Jongin tegas.