Chapter 6 (1/1)
Halaman belakang rumah Sehun dan Luhan terlihat sedikit ramai. Mereka kebetulan sedang membuat semacam barbeque party. Tuan dan Nyoya Oh, kedua orang tua mereka baru tiba dan membawa daging sapi segar sebagai oleh-oleh, alhasil dibuatlah acara kecil-kecilan ini. Sebetulnya, yang hadir pada acara yang mereka buat hanya Soojung, Jinri, Minho, dan Taemin saja. Namun, suasana acara kecil-kecilan terkesan sangat ramai karena sejak kecil Luhan cs memang terkenal bikin rusuh di seantero perumahan.Luhan kini sedang memanggang daging, sedang Sehun menyiapkan bahan makanan lain untuk pesta kecil-kecilan mereka. Soojung dan Jinri menyiapkan meja dan minuman. Taemin dan Minho sendiri kini sedang berbelanja beberapa cemilan dan kembang api. Lalu Jongin? Pemuda itu baru saja pulang dari kencan ‘terpaksanya’ dengan Suzy. Kini pemuda berkulit tan itu masih di rumah untuk sekedar mandi dan berganti baju.“Kami kembali,” seru Taemin yang telah kembali bersama Minho. Sehun yang melihat keduanya datang segera berhambur menuju kantong belanjaan. Sesekali Sehun terlihat girang begitu menemukan camilan yang disukainya. Dia bertambah girang lagi melihat banyaknya kembang api yang dibeli oleh Taemin dan Minho. Soojung terenyum melihat tingkah sahabatnya yang juga putra bungsu keluarga Oh.“Prince Jongin’s coming,” kata Jongin yang baru datang. Jinri mencibir Jongin saat mendengar kata Prince. Sedang Sehun memasang raut seolah ingin muntah.“Bagaimana kencanmu, my lovely dongsaeng?” tanya Taemin sambil memasang tampang jahilnya. Jongin mendengus dan kemudian diikuti tawa semua yang ada di situ.“Ini semua karena Princess Jung Soojung. Aku bagaikan sedang disandera tadi,” kata Jongin kesal.“Haah, gadis itu benar-benar mengerikan,” lanjut Jongin lagi membuat gelak tawa kembali terdengar.Jongin kemudian melanjutkan bercerita tentang apa saja yang diperbuat gadis bermarga Baek itu sehingga membuatnya kesal setengah mati. Soojung tersenyum sekilas kemudian meninggalkan Jongin yang masih bercerita pada Taemin, Minho, Sehun dan Jinri.“Perlu bantuan, Oppa?” tanya Soojung menghampiri Luhan.“Belum, Jungie. Aku masih bisa menghandelnya sendiri,” jawab Luhan seraya tersenyum.“Jadi, kencan Jongin tadi rekayasamu, huh?” tanya Luhan tanpa menghapus senyumnya. Soojung tersenyum seraya mengangguk.“Itu kulakukan agar dia kapok dan tidak jahil lagi,” jelas Soojung. Luhan menganggukkan kepalanya mengerti.“Hyung, apa belum matang?” tanya Sehun mendekat dengan tampang kelaparan. Luhan dan Soojung tersenyum ke arah Sehun.“Sepertinya ada beberapa yang sudah matang,” jawab Luhan kalem. Mendengar hal tersebut mata Sehun berbinar.“Sojungie, suapkan satu untukku,” kata Sehun manja seraya menggoyangkan lengan Soojung. Luhan memandang adik sematawayangnya itu sedikit galak, sedang Soojung hanya tersenyum menghadapi tingkah Sehun.“Kau punya tangan kan? Ambil sendiri,” perintah Luhan. Sehun mengerucutkan bibirnya kemudian memandang Soojung dengan tatapan memelas.“Ara, ara, buka mulutmu, aaa,” ujar Soojung sambil menyuapkan sepotong daging yang cukup besar pada Sehun.“Hyung, iwni ewnawk,” kata Sehun dengan mulut penuh membuat Soojung tidak dapat menahan tawanya.“Haish, habiskan dulu bau bicara Oh Sehun,” omel Luhan. Sehun hanya mengangguk seraya menghabiskan daging dimulutnya.“Soojung-ah, aku juga mau sesuap,” kata Jongin yang entah kapan telah ada di hadapan Soojung.“Aiih, kenapa semua jadi ingin disuapi sih?” heran Soojung. Soonjung memilihkan daging yang sudah matang dan akan menyuapkannya pada Jongin.“Hap,” tiba-tiba Minho menyambar suapan Jongin. Jongin dan Soojung tertegun.“Ya, hyung itu milikku,” sewot Jongin yang hanya dibalas dengan cengiran oleh Minho.“Soojungie, ini enak cobalah,” kata Minho setelah menelan dagingnya mencoba menyuapi Soojung.Namun, “Hap,” Jongin kini menyambar daging yang disodorkan pada Soojung. Minho terbelalak, sedang Jongin tersenyum penuh kemenangan.“Ya, Kim Jongin,” seru Minho kesal membuat semua rekannya tertawa.“Wah, aku juga mau,” kata Jinri kemudian. Taemin tersenyum seraya mengambil daging dari panggangan.“Ini biar kusuapi,” kata Taemin dengan senyum manisnya. Jinri terdiam menghadapi Taemin.“Sehun-ah, bisakah kau menyuapiku?” kata Jinri mengacuhkan sodoran Taemin. Suasana tiba-tiba mendadak hening. Semua mata kini menatap Jinri heran.“Ah, tentu saja,” sahut Sehun riang. Jinri menerima suapan dari Sehun dengan senyum menawannya. Taemin sendiri masih menatap Jinri bingung, tapi kemudian dengan acuh ia suapkan sendiri daging yang diambilnya tadi ke mulutnya.Kebetulan besok adalah hari minggu, sehingga mereka dapat menghabiskan malam bersama. Setelah makan daging dengan puas, Soojung dan kawan-kawan menyalakan kembang api. Mereka tertawa penuh kegembiraan.Luhan memandang kembang api di tangannya sambil tersenyum. Kemudian ia beralih memperhatikan gadis cantik di sebelahnya. Diperhatikan wajah gembira gadis itu. Melihatnya membuat Luhan tidak dapat berhenti tersenyum. Namun, dia kembali harus kecewa ketika kembali mendapati gadis itu terseyum dan seakan terhipnotis oleh salah satu orang di antara mereka. Luhan menghembuskan napasnya pelan. Sepertinya akan sulit sekali mengalihkan perhatian gadis yang ia kagumi senyumnya itu.O0OTaemin merebahkan tubuhnya ke kasur kesayangannya. Dia menatap langit-langit kamarnya seraya melamun. Getar ponsel kemudian menyadarkan lamunannya.Please Subscribe to read the full chapter