PERJANJIAN (1/1)
"Xixi-ah, kau mau membantuku kan ?" Kris bertanya sementara tangannya masih enggan melepaskan tautannya pada jemari Xixi.Gadis itu mengangguk, "Tapi, sebenarnya apa yang ada di pikiranmu, ge ? kalau kau berencana meninggalkan Luhan, kupikir sebaiknya kita kembali saja "Xixi melepaskan tangannya seraya berbalik, ia malas memasuki rumah mewah itu selama di dalamnya masih tinggal wanita yang juga ibu Kris.Dengan sigap Kris meraih pinggangnya dan membuatnya berhenti."Sudah kubilang aku sudah punya rencana dan aku perlu bantuanmu, bukannya kau sendiri yang bilang akan selalu mendukungkudan Luhan ?""Aku mendukungmu, itu benar....tapi..." "Eh, kalian berdua sudah datang...ayo masuk ", dengan ramah pei ci, kakak kris mempersilahkan mereka masuk."Kau cantik sekali Xixi ", Pei ci memperhatikan penampilan Xixi yang kala itu mengenakan atasan pink dan rok panjang bermotif.Ia memang selalu tampil cantik walau hanya dengan polesan male-up tipis di wajahnya.Kris menggandengnya masuk namun dahinya berkerut ketika mandapati gadis lain bernama Xinru itu juga ada disana."Sedang apa dia disini ?', gumamnya."siapa ?""Xinru ""Oh jadi dia yang namanya Xinru ", Xixi menggumam, namun genggaman Kris di tangannya makin erat.Xinru melihat tangan mereka dan jujur saja ia kesal sekali. "Kalian ini serasi sekali ", Ibunya terlihat amat senang melihat kebersamaan Xixi dan putranya.Senyum tidak pernah lepas dari wajahnya.