[M] PERMAINAN (1/1)

"Ge, sebaiknya hentikan ini semua "Xixi bergumam sebelum kris hanya mengabaikannya dan bibirnya benar-benar menyentuh bibir mungil Xixi.Xixi hanya berharap ciuman itu akan segera berakhir, ia tak bisa memikirkan apa-apa lagi.Namun ia terkesiap saat merasakan kris malah berupaya memperdalam ciumannya, bibir Xixi yang beraroma cherry terasa amat lembut dan manis di bibirnya.Kris memang sangat mencintai Luhan namun entah kenapa dia seperti sangat menikmati ciumannya dengan xixi.Air mata Xixi hampir saja jatuh saat akhirnya kris melepas tautan bibir mereka berdua. Xixi pun menghembuskan nadas lega."Apakah kalian senang sekarang ? kalian percaya pada kami sekarang ?" tanya kris, sedang Xixi hanya menatap lantai, ia tak sanggup rasanya menatap mata Kris setelahnya.Ibu dan kakaknya tampak percaya pada permainan mereka."Masalah pernikahan, kita bicarakan lain waktu saja, lagipula ini sudah malam, kami harus pamit ", kris beralasan. "Xixi....maaf, soal tadi...aku benar-benar terpaksa " Kris berupaya menjelaskan semuanya begitu mereka sampai di mobil."Seharusnya tak sampai sejauh itu juga kan ?", Xixi bergumam sambil terus menundukkan kepalanya."Aku tahu aku salah, kau kan adikku ""Seorang kakak tidak semestinya mencium adiknya seperti itu ", Xixi berargumen."Sudahlah, tak usah membahas itu lagi ya ? lebih baik kita memikirkan langkah berikutnya " Kris menggenggam tangan Xixi sejenak dan menjalankan kemudinya. Kris pulang ke apartemen sekitar jam 10 malam, Luhan sudah tidur, dengan piyama birunya.Dengan langkah perlahan, Kris membuka jaketnya lalu naik ke ranjang, menciumi tengkuk Luhan."Kau sudah kembali ?", Luhan rupanya belum tidur."Bukankah sudah kubilang, jangan tidur dulu ""Aku belum tidur, Kris. Kepalaku sedikit pusing "Luhan membalik badannya sehingga mereka saling berhadapan.Tanpa lama, Kris mencium Luhan, melumat bibir bawah Luhan.Luhan yang tadinya sedikit mengantuk, segera mendapatkan kesadarannya kembali. Ia langsung membalas perlakuan Kris padanya. Ia melumat bibir atas kris, tidak kalah rakusnya dnegan Kris. Saling melumat dan menghisap.Bahkan Luhan memberi jalan agar lidah kris dapat melesak masuk ke dalam rongga mulutnya. Bermain lidah di dalam sana tentu saja didominasi sang seme alias Kris.Kris menindih tubuh Luhan, salah satu tangannya meraih tengkuk Luhan agar memperdalam ciumannya. Luhan hanya pasrah, melingkarkan tangan kananya di leher kris dan tangannya meraba perut datar Kris bermaksud memberikan rangsangan kecil. "Eunghhhh....mmmphhhhh....", desah Luhan mulai menjadi saat bagian bawah mereka tak sengaja bergesekan. Raut wajah Kris mulai gelisah karena libidonya makin meningkat."Eunghhhh....Kriiissss....", Luhan memukul pelan dada Kris, pertanda ia mulai kehabisan nafas karena ciuman panas ini.Kris mengerti dan sementara menghentikan aksinya.Kris tersenyum dan membukan pakaian yang ada di tubuh mereka, semuanya. Mereka berdua kini telanjang, memperlihatkan adik kecil mereka yang sudah sama-sama menegang sempurna.Kris kembali melahap bibir Luhan, menghisap dan melumatnya sampai bibir itu memerah dan mulai membengkak.Salah satu tangan kris mulai mengelus junior Luhan yang sudha tegang sempurna, mulai mengocoknya dengan ritme yang teratur. "Unhhhhh....sshhhhhh....".  desah Luhan tertahan dalam ciuman Kris. Kris yang mendengar Luhan mendesah seksi dan mulai menggeliat hebat di bawah tubuhnya mulai mempercepat kocokannya pada junior Luhan. Sekarang ciumannya turun ke leher putih mulus L