KESEPAKATAN (1/1)
a/n : Saengil chukka hamnida...happy birthday Kris Wu, Wu Yifan, Wu fan, Duizhang.....whatever !! Hope u more blessed, success, handsome, and low profile as always... be a good leader, and nice husband for Luhan....kekekekeke...... anyway, lets continue this story !! "Aku tidak mau ikut,aku tidak mau pergi denganmu, kau pergi saja sendiri !!" Xixi beranjak namun dengan cepat Kris menangkap pergelangan tangannya sehingga gadis itu terduduk tepat di pangkuannya.Tangan kris berada di pinggang rampingnya, kecanggungan segera menyergap keduanya.Mereka hanya saling memandang selama beberapa detik, dengan posisi canggung mereka.Sebelum Xixi berdehem kecil, lalu segera beranjak dari pangkuan kris.Keduanya masih dalam keadaan yang canggung. Ia memang tidak pernah protes atas perlakuan kris padanya, namun kali ini berbeda, perlakuan kris padanya benar-benar membuatnya tak nyaman. "Kris ge, sebaiknya....kita....uhmmmm...sebaiknya aku tidak ikut saja ya ?""Xixi, aku sudah berjanji pada ibuku ""Tetapi Luhan bagaimana ?" Mendengar namanya disebut, Luhan buru-buru beranjak meninggalkan tempatnya namun tanpa sengaja tangannya menyenggol vas bunga di meja sehingga vas keramik itu terjatuh dan pecah berkeping-keping dilantai. "Luhan ?", Kris baru menyadari ternyata Luhan menyaksikan dan mendengar semuanya.Luhan sudah lebih dulu berlari menghambur menuju kamarnya."Ini semua salahmu, semua jadi begini !!! Biar aku yang bicara padanya !", Xixi mengejar Luhan ke kamarnya. Luhan berusaha menahan rasa sakit di dadanya, ia sama sekali tak bisa mempercayai ini semua. Kris akan meninggalkannya dan menikahi Xixi ?Omong kosong macam apa ini ? "Luhan gege ?", Xixi melihat Luhan sedang termenung di ranjangnya."Ge, kau salah paham...ini sama sekali tak seperti yang kau pikirkan !""Apakah aku begitu membosankan ? apa kris sungguh sudah bosan padaku ?""Apa ? Kenapa kau bisa punya pikiran seperti itu ?""Karena yang kudengar seperti itu. Dia lebih memilihmu daripada aku. Selamat ya "Luhan menatap sinis gadis rupawan di depannya ini."Tidak ge !! Ya ampun, Kris itu sangat mencintaimu, dan jangan memandangku seperti itu, kau seolah-olah ingin menelanku saja " Luhan masih terdiam."