KECEMBURUAN (1/1)
Apartemen yang disewa Kris untuk ditinggali dirinya bersama Luhan dan Xixi cukup luas. Ia berpikir tinggal sementara di sana untuk menghindari ibunya. Kris berpikir ibunya tak akan memaksanya emnikah dengan gadis bernama Xinru itu apabila mereka tidak seatap.Apartemen itu bergaya minimalis dengan dua kamar. Untuk Kris-Luhan dan untuk Xixi tentunya. Dalam beberapa bulan ini Luhan menjalankan aktivitasnya seperti sediakala, rekaman, menghadiri acara radio maupun variety show, dan pemotretatn. Tentu dengan Kris yang mendampinginya.Dan Xixi, jika gadis itu sedang tak ada jadwal kuliah, kadang ia ikut mendampingi Luhan.Namun pikiran kris kalau ibunya tidak akan mengusiknya lagi ternyata salah besar karena hari ini tiba-tiba saja ibunya menelepon putra kesayangannya itu. "Ibu ?""Yifan-ah. Ibu sangat merindukanmu, kau tinggal dimana sekarang ? kenapa tidak pulang ? Xinru ada disini, apakah kau tidak mau menyapanya ?"
'Tidak ", cetus kris dengan dingin."Yifan ""Aku tak mau kembali ke rumah. Dan itu rumah Luhan, bahkan tuan rumahnya sendiri harus tinggal di tempat lain ""Ibu tak pernah mengusirnya, Yifan. Kenapa kau masih saja menyalahkan ibumu ?""Aku tidak pernah menyalahkan ibu. Tapi kupikir sikap ibu pada Luhan sudah sedikit keterlaluan. Dan Xinru itu, jangan terus memaksaku untuk menikah dengannya . Demi Tuhan Bu, aku mohon ""Ibu tidak mau ada penolakan Yifan ! Xinru itu wanita...wanita !! apa ibu perlu menjelaskan perbedaan pria dan wanita agar kau mengerti, ia bisa memberikanmu anak, apakah kau tidak ingin punya anak ?""Punya anak ataupun tidak, tidak ada bedanya untukku. Toh, aku juga tidak terlalu menyukai anak kecil ""Yifan !!", ibunya mulai emosi."Ibu tidak mau tahu, pokoknya nanti sore kau harus datang ke rumah, dan jangan kau coba-coba membawa artis gay sialan itu ""Bagaimana kalau aku membawa Xixi saja ?""Xixi ?", ibunya tampak berpikir."Tapi aku tidak ingin melihat Xinru itu lagi. Kalau ibu ingin aku agar menikah dengan wanita, baiklah, tapi aku tidak mau menikah dengan Xinru. Aku mau menikah, dengan....Xixi saja ", Ibunya teerkejut melihat perubahan sikap tiba-tiba yang