PENGAKUAN YEOL (1/1)

"Xixi, kau serius mau tinggal di apartemen itu ?, kata yeol yang seperti tak rela membiarkan Xixi tinggal disana."Yeollie, sudahlah. Apartemen itu akan tinggali bertiga ", kata kris."Bukan begitu, apa sebaiknya tidak lebih baik kalau kalian tinggal disini saja ?"

"Tidak "., kris membantu Xixi mengemasi barangnya."Xixi, sebelum kau pindah, apa tidak bisa kita bicara berdua saja ?""Oppa, kau kenapa ? kenapa tiba-tiba menjadi serius begitu ?"Yeol hanya tersenyum bodoh, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Sebentar saja ya ? kalian berdua keluar saja dulu !", yeol  mengusir Luhan dan Kris yang hanya menatap mereka berdua.Kris menggelengkan kepalanya seraya melingkarkan lengannya di pinggang Luhan, mengajaknya keluar lebih dulu."Nikmati waktu kalian, dan Yeol, awas kalau kau macam-macam pada Xixi ", ancam kris. Yeol hanya mengibas-ngibaskan tangannya emmberi isyarat sepasang kekasih itu agar segera beranjak.Yeol mengajak Xixi duduk di sofa dan dengan gerakan tiba-tiba menggenggam tangannya, membuat gadis itu terkejut."Xixi-ah, kalau aku bilang aku menyukaimu, bagaimana ?"Xixi mengernyitkan dahinya, "Oppa ?"

'Aku ini serius, Xixi, aku menyukaimu. Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu di rumah Luhan dan aku tahu perasaan ini salah, aku tahu kau sudah memiliki kekasih tapi aku tidak peduli. Aku tahu ini bodoh. Park chanyeol memang bodoh, tapi aku tulus padamu, aku sayang padamu, aku...""Apa kau melakukan semua ini agar aku tidak jadi pindah ?" potong Xixi."Hey, kenapa kau punya pikiran seperti itu ? pengakuan ini jujur dari hatiku, aku akan menunggumu, aku akan menunggu sampai kap