[M] Kata Cinta Itu (1/1)
Frekuensi pertemuan Luhan dengan Yifan mulai bertambah. Bahkan Yifan mulai berani untuk diam-diam datang dan menemani Luhan di malam dia harus lembur di kantor karena pekerjaannya. Yifan membawa makanan atau sekedar kopi dan cemilan yang Luhan sukai untuk mengusir rasa kantuk yang Luhan alami saat harus lembur dan Yifan yang memang berkedudukan sebagai direktur tentu bisa mengalihkan pekerjaannya pada asistennya.Yifan mulai terbuka pada Luhan, termasuk soal masa lalunya juga semua jerih payahnya sebelum bisa menaiki tangga kesuksesan seperti sekarang ini. Dan Luhan sendiri semakin terbuka mengenai kondisi rumah tangganya. Betapa Luhan merasa kehidupan rumah tangganya menjadi hambar karena terlalu teratur dan Minho yang terlalu baik menjadi seorang suami. Luhan dan Yifan pun semakin sering bepergian bersama. Bersama Yifan, mata Luhan mulai terbuka akan indahnya dunia ini. Yifan sering mengajak Luhan shopping, berwisata kuliner atau ke tempat hiburan yang lain. Bahkan Yifan mau mengajak Luhan ke taman hiburan, sebuah hal yang jarang dilakukan Minho. Namun meskipun begitu, Luhan tetap bersikap seperti biasa kepada Minho, bahkan Luhan tetap membuatkan sarapan di pagi hari untuknya. Hingga suatu ketika, di suatu malam Luhan harus lembur kembali, karena deadline berita yang dikerjakan adalah besok pagi.“Kau tidak pulang lagi, sayang ?” terdengar suara Minho di telepon.“Iya, oppa, aku harus lembur jadi mungkin aku baru akan pulang besok. Tidak apa kan ?” Luhan berkata dengan suara khas manjanya dan bagaimana bisa seorang Minho menolaknya, tentu saja, ia akan mengijinkan. Kebebasan penuh sudah ia berikan pada sang istri semenjak mereka menikah.“Tentu saja, Hanhan. Tapi, kau harus makan dan beristirahatlah sebentar kalau kau capek. Minumlah kopi, dan edarkanlah pandanganmu agar matamu tak terlalu lelah ketika melihat ke layar komputer, mengerti ?”“Arraseo, oppa “ Luhan tersenyum dan menutup sambungan telepon dengan sang suami. Luhan sedikit menjerit pelan ketika sesosok bayangan muncul di depannya. Namun ia menghela nafas leganya kemudian saat sadar kalau didepannya bukanlah hantu, melainkan seorang lelaki bernama Wu Yifan. “Kau sungguh membuatku kaget. Sejak kapan kau ada di sini, hm ?” ujarnya dan lelaki tampan itu tersenyum, senyuman yang mampu menggoyahkan iman Luhan.“Sejak kau menelepon suamimu “ sahutnya enteng dan Luhan hanya ber-oh-ria seraya melanjutkan pekerjaannya kembali dan membuat Yifan cemberut. “Kau mengabaikanku ?” tanyanya dan duduk di sofa di belakang Luhan. Luhan menggeleng. “Tidak, kau bisa duduk di sana karena aku akan lembur hingga pekerjaanku selesai, tuan Wu ““Sejak kapan kau memanggilku begitu ? kau harusnya memanggilku sayang “ Yifan beranjak berdiri dan melingkarkan lengannya di bahu Luhan.Luhan tak tahu siapa yang memulai ini semua. Dia sudah bersama orang lain, pria lain yang bukan suaminya dan ia tahu ini tidak benar. Seharusnya ia tidak menerima semua perhatian Yifan yang ditujukan padanya, semua hadiah mahal itu dan semua kecupan yang entah mulai kapan dan siapa yang memulai itu, tapi Luhan tak berdaya.Ia tak berdaya menolak. Mungkin hatinya juga sudah tertarik baik secara fisik dan mental pada Yifan. Mungkin ia berpikir tentang itu dan ia hanya menerimanya dengan pasrah. Bahkan ia memberikan timbal balik yang serupa. Ia sama sekali tak berpikir kalau akan ada pihak yang tersakiti dalm sebuah hubungan cinta segi tiga atau bisa disebut sebagai perselingkuhan.Perselingkuhan akan menyakiti dan orang yang akan tersakiti adalah Choi Minho, Minho yang baik, Minho yang sabar, Minho yang terlalu percaya pada sang istri dan Luhan mulai merasa kalau ia adalah tokoh antagonis di sini namun sentuhan yifan, tak bisa ia tolak. Luhan memegang lengan kekar Yifan yang masih melingkari bahu ringkihnya.Kehangatan tubuh Yifan dan aroma maskulin pria itu bisa ia rasakan dan ia sangat menikmatinya. “Luhan, aku mau memberimu hadiah, kau mau menerimanya kan ?” ” Tanya Yifan tiba-tiba.” Boleh, tapi syaratnya hadiahnya harus banyak ya” Jawab Luhan dengan nada bergurau.“Aku juga mempunyai syarat. Kau harus menutup matamu saat aku mmeberikanmu hadiah ini, mau kan ?” Tanya yifan lagi.” Serius ? Oke kalo cuma itu syaratnya aku mau ” Kata Luhan sambil memejamkan mata, dan menyunggingkan senyuman tipisnya. ” Awas jangan buka mata sampai kuberikan aba-aba.. ” Kata yifan lagi. Luhan masih memejamkan matanya namun penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikan Yifan. tetapi pada saat mata Luhan terpejam, tiba-tiba ia merasakan ada benda yang lunak menyentuh bibirnya. Tidak hanya menyentuh, benda itu juga melumat bibirnya dengan halus. Luhan langsung tahu, Yifan tengah menciumnya.Luhan pun langsung membuka mata, wajah Yifan yang sangat dekat dengan wajahnya dan tangannya merangkul pinggang rampingnya. Tetapi Luhan sama sekali tak berusaha menghindar. Untuk beberapa lama, Luhan masih melumat bibir ranum Luhan. Sejujurnya, Luhan menikmatinya.. Bahkan beberapa saat secara refleks ia juga membalas melumat bibir Yifan. Sampai kemudian akhirnya Luhan tersadar, lalu dengan cepat dia mendorong dada Yifan hingga ia jatuh kebelakang. ” Yifan seharusnya ini tak boleh terjadi ” Kata Luhan dengan nada bergetar menahan rasa malu dan sungkan yang menggumpal dihatinya. Matanya terlihat berkaca-kaca. Selama ini, memang mereka sudah sering berpelukan dan bergandengan tangan, tapi ciuman yang mereka lakukan hanya sebatas di pipi atau kening saja, bukan di bibir. ” Maaf Luhan, mungkin aku yang terlalu nekat. Seharusnya aku sadar kau sudah bersuami. Tapi inilah kenyataannya, Aku menyukaimu dan aku mencintaimu “ Ujarnya lirih sambil meninggalkan Luhan sendirian. Seketika itu Luhan merasa sangat menyesal, wanita itu merasa telah mengkhianati suaminya.Tapi uniknya peristiwa seperti masih terulang beberapa kali. Yifan masih sering datang di saat Luhan lembur kerja.Beberapa kali jika Yifan datang dan menemani Luhan lembur di kantornya, ia selalu memberikan “hadiah” seperti itu. Tentu itu dilakukannya jika tak ada orang yang melihat. Meskipun pada akhirnya Luhan menolaknya. Meski Luhan sebetulnya tidak pernah marah dengan tindakan Yifan itu. Luhan sendiri merasa bingung. Ia memang menganggap Yifan sebagai pria yang sangat menarik perhatiannya. Sekali lagi, ia tidak tahu. bahkan dari hari kehari, ia semakin dekat dan akrab dengan yifan. Ia merasa sudah sangat dekat dengannya dan mengenalnya sedalam-dalamnya.Hubungan Luhan dan Yifan bagaikan kisah indah yang mereka rajut sendiri, semakin dalam dan semakin dalam dan mungkin pada akhirnya mereka akan sulit melepaskan diri dari lubang yang mereka gali sendiri itu. Hingga suatu ketika, Yifan mengajak Luhan ke kapal pesiarnya. Tempat yang sama seperti ia bertemu Yifan pertama kali di saat ia ditugaskan untuk melakukan sesi wawancara dengan laki-laki itu.Luhan senang, tentu saja. Ia sedang kapan saja ia bisa berada di dekat lautan. “Jangan-jangan di kehidupan sebelumnya kau adalah seorang putri duyung “ gurau Yifan yang tak pernah gaal membuat senyuman di wajah Luhan.Yifan adalah seseorang yang cukup humoris menurut Luhan, sisi lain dirinya yang mungkin jarang orang lihat itu namun kapada Luhan, Yifan selalu sukses memunculkan senyuman di wajah cantik wanita itu. “Aku memang menyukai laut. Entah kenapa, laut bisa membuatku merasa tenang dan nyaman, dan semua beban hidupku serasa menguap ketika aku berada dekat laut. Dan kau mengajakku kemari, aku senang, Yifan “ Luhan tersenyum tulus dan jantung Yifan kembali berdetak lebih cepat dan ia bisa merasakan seperti ada ribuan kupu-kupu tengah menari di dalam perutnya dan Luhan adalah alasan semua itu. Yifan harus menjadikan Luhan miliknya, bagaimanapun caranya. Yifan bahkan mengetahui kalau Luhan mengatakan kebohongan pada suaminya agar wanita itu bisa diajaknya keluar di hari minggu. Dan laki-laki itu diam-diam merasa bangga karena ia bisa membuat Luhan berbohong pada Minho untuk pertama kali dalam tiga tahun usia pernikahannya.Ia tak peduli lagi kalau ia akan menjadi orang yang jahat karena ini. Cintanya pada Luhan telah membutakannya.Ia tak peduli kalau orang akan memberinya cap sebagai perusak rumah tangga orang selama pada akhirnya, Luhan akan meninggalkan suaminya dan memilih dirinya. Luhan mengatakan pada Minho kalau ia akan pergi ke rumah salah seorang rekan kerjanya untuk membahas sebuah proyek yang sangat penting. Bahkan Luhan selalu mengatakan kalau setelah urusannya selesai, dia akan mengajak Minho berbulan madu ke Maladewa. Yifan juga ternyata mengundang salah seorang sahabatnya, Kevin Shin dan juga kekasih Kevin, yakni seorang gadis manis bernama Irene Bae. Kapal pesiar Yifan begitu luas, bahkan ada tiga kamar di dalamnya. Yang masing-masing ukuran kamarnya tidak bisa dibilang kecil. Setelah mengobrol panjang lebar selama kira-kira satu jam, Kevin dakn kekasihnya itu telah menghilang di balik kamar, maklum saja keduanya adalah pasangan muda yang tengah dimabuk asmara dan Luhan hanya tersenyum melihatnya. Yifan mengajak Luhan masuk ke kamarnya sendiri dan Luhan tak menolak. Penasaran dengan semua sudut kapal mewah itu. '"Yifan, kamarmu bagus sekali " seru Luhan terkagum dan Yifan hanya tersenyum melihat tingkah polos wanita rupawan itu. Luhan POV :Yifan dan aku mengobrol tertawa pelan membicarakan sahabat Yifan dan Irene dikamar sebelah. Apalagi, Kevin dan pacarnya itu sengaja mendesah-desah hingga kedengaran ditelinga kami. Sejujurnya aku canggung juga mendengar desahan dari kamar sebelah yang mirip suara orang terengah-engah itu. Entah kenapa dadaku semakin berdegup kencang ketika aku mendengar desahan itu dan membayangkan apa yang sedang mereka lakukan dikamar sebelah. Untuk beberapa saat, aku dan yifan hanya diam terpaku. Suasana menjadi canggung dan beberapa kalai aku mellihat Yifan mengusap tengkuknya guna menghilangkan rasa kikuk. Tiba-tiba Yifan menarik tanganku sehingga aku terduduk dipangkuannya yang saat itu sedang duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku.Aku tidak sempat menghindar, bahkan aku juga membiarkan ketika bibir halus Yifan menempel kebibirku hingga beberapa saat.Dadaku semakin berdegup kencang ketika kurasakan bibir kenyalnya melumat mulutku. Lidah yifan menelusup kecelah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku. Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir, sementara bulu tengkukku merinding. Namun tiba-tiba timbul kesadaranku. Kudorong dada yifan supaya ia melepaskan pelukannya pada diriku.“Jangan, yifan !! kita tak pantas melakukan ini! ” kata Luhan terbata-bata dan merapikan rambutnya.Yifan memang melepas ciumannya dibibir Luhan, tetapi kedua tangannya yang kuat masih tetap memeluk pinggang ramping Luhan denagn erat. Luhan juga masih terduduk dipangkuannya.” Memang tidak pantas Luhan, toh kau tidak pernah benar-benar mencintai suamimu kan ? aku akan mencintaimu dengan tulus, Luhannie “ Ujar yifan yang lebih terdengar seperti desahan di telinga Luhan."Aku bukan tidak mencintainya, Yifan " Luhan masih merasa canggung dan Yifan hanya tersenyum.'Tapi, kau akan mencintaiku lebih dari suamimu, sayang " bisiknya di telinga Luhan dan menghembuskan nafas hangatnya yang menggelitik telinga wanita itu. Setelah itu yifan kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajah mungil Luhan, lalu merambat keleher dan telinganyaMulanya, Luhan memang pasif dan diam, namun perlahan tapi pasti nafsu birahi semakin kuat menguasai tubuh Luhan. Wanita itu mengakui, yifan sangat pandai mengobarkan birahinya. Ciuman Yifan membuat Luhan serasa terbang ke anag-awang. Luhan mau tak mau mengakui kalau Yifan adalah seorang pencium yang hebat. Jilatan demi jilatan lidahnya keleher mulus Luhan benar-benar telah membuat Luhan terbakar dalam kenikmatan. Bahkan dengan suaminya sekalipun belum pernah ia merasakn rangsangan sehebat ini .Yifansendiri tampaknya juga mulai terangsang. Luhan dapat merasakan napasnya mulai terengah-engah. Sementara Luhan sendiri semakin tak kuat untuk menahan desahan dari mulutnya. Maka ia pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadarannya.Setelah itu tiba-tiba tangan yifan itu membuka kancing baju merah yang Luhan kenakan. Tak ayal lagi, buah dada Luhan yang masih terbungkus bra berwarna hitam itu t