[M] Cute Girl! (1/1)

Gwiyomi Couple yokoparu 58070K 2023-11-02

Di kelas dua belas satu, dua pasang sahabat memasang wajah suramnya karena guru bahasa Inggris baru saja memberikan PR panjang sebelum beliau keluar dari kelasnya. Melihat deretan kalimat yang panjang dari selembaran kertas itu membuat kepala mereka pusing karena tidak mengerti. “Taeyeon, aku rasa aku menyerah dengan tugas sialan ini.”“Apalagi aku, tidak ada yang aku mengerti satu pun."”“Karena kau bodoh sama sepertiku. Lalu bagaimana kita mengerjakan ini? Bekerja sama denganmu sama saja bohong dan bertanya kepada anak-anak lainnya mereka semua pelit!”“Sooyoung aku baru ingat. Bukan kah sodaramu pintar dan dia menguasai bahasa Inggris? Mengapa kita tidak meminta bantuannya saja?"“Aku lupa tentang hal itu. Oke kita akan ke rumahnya dan meminta bantuannya.”"Yes! Selama ini aku hanya berbincang dan melihatnya di sosial media. Ini kesempatan untuk pertama kalinya melihat saudara cantikmu secara langsung hehehe." “Sekali pun kalian sudah bertemu dia tidak akan tertarik dengan gadis cebol sepertimu.” Godanya yang membuat Taeyeon sedikit cemberut kemudian keduanya memasukan semua buku ke dalam tas mereka."Let's go!" Mereka berlari keluar kelas seperti anak kecil.*** Setibanya di rumah sodaranya, Sooyoung mempersilahkan Taeyeon untuk duduk sementara dirinya berjalan menuju kamar sodaranya.“Yoona apa kau sudah pulang?""Ne." Sooyoung membukakan pintu kamarnya dan menemukan sosok sodaranya tengah sibuk memainkan ponselnya. Tidak membuang waktu dia berjalan menghampirinya dan langsung memijat kedua bahunya."Tumben kau datang kemari."“Karena aku ingin meminta tolong, apa boleh?”“Pantas tiba-tiba memijatku. Pertolongan apa?”“Begini, aku mendapat PR bahasa Inggris dan aku tidak mengerti semuanya. Bisa tolong bantu aku mengerjakannya?”“Shiro, belajar saja sendiri.”“YOONG PLEASE?”“No thanks! Andai kau rajin belajar kau tidak akan sebodoh ini.”“Yoong jebal, sekali ini saja ne?”“Berani bayar berapa?” Sooyoung memutar bola matanya.“Dasar mata duitan. Aku bayar dengan temanku yang sangat kau sukai, Taeyeon. Sekarang dia ada di sini dan membutuhkan bantuanmu juga.”“JINJA?” Yoona berbalik menatap sodaranya dengan berbinar.“Hahahaha kena kau! Ne dia ada di bawah dan sedang menunggumu. Jadi bagaimana?”“Chakkaman, aku akan segera turun ke bawah.”“Hahahahaha Taeyeon adalah umpan yang tepat untuk mengalahkanmu! Oke aku menunggumu di bawah.” Sooyoung menutup pintu kamarnya dan kembali menghampiri Taeyeon.“Bagaimana?”“Sukses! Awalnya dia menolak, karena aku menyebut namamu dia jadi setuju.”"Dia pasti sangat senang karena kedatangan tamu istimewa yang imut sepertiku.""Huek!" Tidak lama Yoona muncul dengan berjalan menuruni anak tangga. Saat itu juga Taeyeon tidak bisa mengedipkan matanya melihat kecantikan Yoona yang luar biasa.Aigoo dia sangat cantik seperti seorang goddes!“Yoona, ini dia sosok asli Taeyeon. Lihat dia cebol kan?” Taeyeon melotot padanya.“Tapi dia sangat imut. Senang akhirnya kita bertemu untuk pertama kalinya." Keduanya tersenyum dan saling bersalaman. Rasanya seperti tersengat listrik saat Taeyeon menyentuh tangan lembutnya."Ternyata aslimu lebih cantik dari yang ku bayangkan." Yoona sedikit tersipu dan keduanya saling memandang satu sama lain."Ekhm, aku seperti nyamuk di sini." Yoona sedikit terkekeh karena lupa bahwa ada Sooyoung di antara mereka."Silahkan duduk kembali Taeyeon.""Ne." Taeyeon duduk di kursi pojok sementara Yoona duduk di tengah-tengah mereka."Mana tugasnya?""Ini, kau lihat tugas ini panjang dan menyulitkan."“Kalian benar-benar payah! Ini kan sangat mudah, hanya menerjemahkan paragraf cerita.”“Mudah bagimu. Bagi kami ini malapetaka!” Yoona menjitak kecil kepala Sooyoung.“Oke kita mulai saja.” Yoona mulai membantu dengan menerjemahkannya. Setelah paham keduanya menulis terjemahannya di dalam buku masing-masing hingga semuanya beres.“Aigoo akhirnya selesai juga!” Sooyoung dan Taeyeon merebahkan tubuhnya ke punggung kursi.“Yoona, gomawo kau sudah membantu kami."“Sama-sama Taeyeon.”Ho-ho-holiday, ho-ho-holiday ♪Sooyoung meraih ponselnya.“Ada apa sayang? Sekarang juga? Ah baiklah tunggu aku di sana, bye!" Sooyoung menutup teleponnya kemudian buru-buru membereskan bukunya.“Mianhae Taeyeon, aku harus pergi sekarang.”“Menemui pacarmu? Kau akan meninggalkanku sendiri di sini?”“Yes, Sunny sedang menungguku sekarang. Jangan khawatir ada Yoona yang akan menemanimu, santai saja mengobrol. Aku duluan.” Sooyoung berlari meninggalkan sahabatnya.Thank you Sooyoung, kau pergi di saat yang tepat hihihi!Yoona merencanakan sesuatu yang nakal.“Umh Y-yoona, rasanya cukup aneh aku berada di sini bersamamu hehehe." "Santai saja, bukan kah kita sudah akrab?""Ne tapi ini pertama kalinya kita bertemu dan aku sedikit canggung harus berbicara apa denganmu." Yoona hanya tersenyum manis sembari bergeser untuk lebih dekat dengan Taeyeon.“Taeyeon, aku ingin bertanya sesuatu.”“Silahkan.” Yoona menatap wajah imutnya dengan tatapan mata yang menggoda.Sial! Mengapa dia menatapku dengan tatapan seperti itu? Matanya sangat indah, aku tidak akan tahan jika dia terus menatapku.Hal itu membuat Taeyeon merasa salah tingkah dan memutuskan untuk memalingkan wajahnya dengan menunduk malu.“Apa tatapanku mengganggumu? Kau terlihat malu.”“A-hahaha tidak juga. Kau bilang kau ingin bertanya sesuatu?”“Hmm, apa kau sudah mempunyai seseorang yang kau cintai?”“Sejauh ini aku masih sendiri saja tapi, saat ini aku sedang jatuh cinta dengan seseorang. ”“Siapa orang itu?”“Rahasia hehehe!”“Ah sayang sekali.” Yoona kembali menatapnya dengan tatapan yang sama.Aaaa mengapa dia imut sekali? Aku jadi tidak sabar ingin memakannya.Sekali lagi, tatapan Yoona membuat Taeyeon merasa salah tingkah dengan kembali menundukan kepalanya. Melihat Taeyeon kembali menundukkan kepalanya Yoona semakin menggeser tubuhnya hingga bersentuhan dengannya.“Taeyeon!” Dia membelai rambutnya dengan perlahan kemudian menyingkirkan sebagian rambutnya ke belakang telinganya.“A-ada apa Yoona?” Taeyeon merasa tegang dengan sentuhannya.“Tidak ada apa-apa, hanya ingin menyentuhmu.” Taeyeon menelan ludahnya dalam-dalam dengan sedikit aneh melihat sikap Yoona yang mendadak berubah. Kemudian ia kembali menegang karena tangan Yoona bergerak membelai pipinya.“Your so cute!” Sekali lagi Taeyeon menundukan kepalanya namun dengan cepat Yoona mengangkat dagunya dan menatap langsung ke matanya.“Aku tau kau merasa aneh dengan sikapku saat ini. Tapi aku tidak bisa bohong bahwa aku ingin menyentuhmu sekarang.” Dia mengecup pangkal kepalanya, kedua pipinya lalu jari telunjuknya menyentuh bibir merahnya.“Emh kau bahkan memiliki bentuk bibir yang sempurna.” Yoona memiringkan kepalanya lalu mengecup singkat bibirnya dan kembali menatap Taeyeon. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya selain memasang wajah terkejutnya.“Gwenchana?”“A-aku... Aku tidak m-mengerti apa yang kau lakukan?” Yoona hanya tersenyum tipis lalu kembali mencium bibirnya dengan lembut. Tidak ada perlawanan dari Taeyeon, namun di dalam hatinya ia sangat ingin melarikan diri akan tetapi tubuhnya terasa sulit bergerak untuk menghentikannya sampai akhirnya Yoona sendiri yang menghentikannya.“Keluarkan lidahmu!” Taeyeon kembali terkejut dengan permintaannya."S-shiro!"“Palli sebelum aku memaksa lidahku masuk ke dalam mulutmu.” Entah apa yang terjadi dengannya, Taeyeon mematuhinya dengan mengeluarkan lidahnya. Dengan senyum kemenangan Yoona menyambutnya dengan menjilatnya sesaat lalu menjepitnya dengan menggunakan mulutnya dan menghisapnya dengan lahap. Kedua tangannya tidak tinggal diam dengan menarik dasi yang di kenakan Taeyeon sampai akhirnya Taeyeon menjauhkan wajahnya dan menahan kedua tangan Yoona.“A-apa yang akan kau lakukan padaku?”“Aku bilang aku ingin menyentuhmu. Jangan takut, aku tidak akan membuatmu terluka.” Seketika Taeyeon merasa takut dengan tidak mau melepas kedua tangan Yoona. Akan tetapi, dengan mudahnya Yoona melepaskan tangannya dan kembali menarik dasinya. Seperti sebelumnya, tubuh Taeyeon terasa sulit bergerak lagi dan hanya pasrah melihat Yoona membuka semua kancing seragamnya dan menyingkirkannya tanpa terlepas dari tubuhnya. Yoona menjilat bibirnya saat melihat payudaranya yang masih tertutupi bra itu.“A-andwae, jebal!”“Percaya padaku.” Taeyeon mencoba menghalangi pergerakan tangannya untuk menyentuh kedua payudaranya namun dia kalah dan Yoona berhasil menarik branya ke atas.“Cukup besar!” Dia mulai meremas kedua payudaranya dengan penuh semangat.“H-hentikan a-ahh jebal!”“Aku terlalu bersemangat untuk tidak menghentikannya!” Yoona membungkuk lalu mulai mengulumnya secara bergantian dengan lincahnya.“Mphh-ahhhh!” Desahan kecil pun lolos dari mulut Taeyeon hingga perlahan-lahan tubuhnya mulai melemas karena sentuhan Yoona. Setelah puas bermain dengan payudaranya, Yoona mengangkat kepalanya lalu kembali mencium liar bibir Taeyeon dengan memutar kepalanya ke kanan kiri tanpa ampun. Yoona mendorong lidahnya masuk kemudian bermain-main dengan lidah Taeyeon. Sementara tangan kanannya merayap masuk ke dalam rok Taeyeon lalu menyentuh kewanitaanya dan menggodanya dengan menggosoknya.“Mphhh!” Yoona semakin bersemangatan karena nafsu kini merajainya. Dia menarik diri dari ciuman lalu menggeser tubuh mungil Taeyeon dan menyenderkan tubuhnya di punggung kursi. Kemudian Yoona turun dari kursi dan berlutut di lantai. Tangannya kemudian mengangkat rok Taeyeon ke atas dan melipatnya.“Yoona andwae!” Yoona hanya memberinya senyuman cabul lalu melepas celana dalamnya sekaligus. Saat itu juga tangan Taeyeon cepat bergerak menutupi kewanitaanya dengan sangat malu.“Singkirkan tanganmu!”“Shiro!”“Palli, sebentar lagi kau akan merasakan sensasi nikmat!”“Jika aku tidak mau? Jebal aku masih perawan!” Yoona mendadak tertawa.“Tapi aku sudah tidak tahan dan sepertinya aku yang harus menyingkirkannya.” Dengan tenaga yang lebih besar Yoona menyingkirkan kedua tangannya lalu melebarkan kedua pahanya. Sekali lagi Taeyeon harus kalah tanpa perlawanan.“Woa indahnya! Aku jadi tidak sabar ingin mencicipinya.""Y-yoona!""Tenanglah, pertama rasanya pasti sakit namun lambat laun akan menjadi enak!” Taeyeon menggigiti jemarinya dengan memejamkan mata dan sebelum memutuskan untuk memasukan jari tengahnya, Yoona memainkan clitnya terlebih dahulu dan itu membuat tubuh Taeyeon menegang dengan desahan kecil yang keluar dari mulutnya."Ahhh Y-yoona mphhh!" Yoona tersenyum melihat ekspresi nikmatnya."You're enjoying this?" Taeyeon hanya mengigit bibir bawahnya.“Akkkkkkkhhh!” Akhirnya Yoona memasukan jari tengahnya dan mulai memompanya dengan sangat hati-hati. Dia melihat ekspresi kesakitan di wajah Taeyeon hingga lambat laun ekspresinya berubah menjadi tenang kembali. Dia memasukan satu jarinya lagi dan kini memompanya dengan cepat.“Ahhhh ahhhhh... S-stop it-aaaaahhhhhh!” Desahan Taeyeon membuat suasana menjadi lebih panas di iringi dengan gerakan jari Yoona yang semakin cepat.“Nngk-ahhhhhh... Y-yoona hentikan ohhhh!”“Bagaimana aku bisa menghentikannya jika kau sendiri sangat menikmati ini sayang.” Yoona menambah satu jarinya lagi hingga membuat tangan Taeyeon tidak bisa diam untuk mencari sesuatu yang bisa ia cengkram sampai akhirnya Yoona melepas ketiga jarinya. Dia semakin melebarkan pahanya lalu membungkuk dan memasukan lidahnya ke lubang panasnya.“F*ck! Y-yoona ahhhhhhhh!” Taeyeon membanting kepalanya ke punggung kursi menikmati cumbuan baru yang terasa geli sekaligus nikmat itu. “Ahhh ahhh ahhh haah!” Tangannya mencengkram kuat kain kursi dan desahannya semakin menggila ketika Yoona memutar-mutar lidahnya dia area itu.“Ahhh nikmatnya mphhh... Don't stop!” Mendengar permohonannya membuat Yoona tersenyum dan semakin bernafsu dengan memutar-mutar mulutnya di area itu tanpa henti.“Ahhh ahhh nghhhhhh... I'm gonna c-come!” Yoona mengerti Taeyeon akan sampai di titik klimaks. Kemudian ia menekan mulutnya dan menghisapnya dengan agresif sembari menunggu klimaksnya tiba.“Y-YOONA AHHHHHHHHHH!!!” Akhirnya Taeyeon sampai di puncak klimaks dan menyemburkan jusnya ke mulut Yoona. Tubuhnya bergetar hebat dan lemas sementara Yoona sibuk membersihkan cairannya sampai bersih. "Hah hah hah!" Taeyeon bernapas dengan terengah-engah kemudian Yoona bangkit dan merubah posisi Taeyeon dengan membaringkannya. Selanjutnya ia duduk di atas pahanya dan menatap wajah Taeyeon."Gwenchana?" Taeyeon meresponnya dengan anggukan kemudian jari telunjuk Yoona membersihkan air liur yang menempel di bibirnya.“Mianhae atas apa yang baru saja aku lakukan padamu. Jujur aku sangat menyukaimu Taeyeon, kau sangat imut dan cantik sehingga membuatku merasa tidak tahan untuk memakanmu. Aku akan mempertanggung jawabkan semua perbuatanku.” Yoona membelai pipinya dengan lembut."Ini sangat tiba-tiba dan mengejutkanku. Andai kau melakukannya dengan seijinku mungkin aku akan... S-senang!" Yoona mengerutkan keningnya."Kau tidak membenciku?" Taeyeon memperlihatkan deretan giginya. "Entah mengapa aku tidak bisa membencimu karena aku juga diam-diam sebenarnya... Sudah lama m-menyukaimu." Yoona menatapnya dengan tidak percaya kemudian mengecup bibirnya.“Aku jadi merasa bersalah melakukannya, mianhae.""Gwenchana.""Karena aku akan bertanggung jawab, kau menginginkan apa dariku?""Jadilah miliku!" Yoona tersenyum manis."Aku tidak akan menolak, saranghae!""Nado saranghae!" Keduanya berciuman mesra. -FIN-