[M] Byuntae Pt. 1 (Failed) (1/1)
Ini kelanjutan dari fanfic sebelumnya, jealous! Mentari pagi menyapa dunia dengan warna ke kuningan yang merona. Pancaran sinarnya beserta hembusan angin dingin menyentuh kulit gadis yang baru saja terbangun dari tidurnya. Dengan sedikit menggigil perlahan ia membuka matanya sembari terdiam sesaat untuk mengumpulkan nyawanya."Hoam!" Tangannya kemudian menyentuh sesuatu yang hangat yang melilit di perutnya. Itu tangan kekasihnya yang saat ini masih tertidur pulas dengan memeluk mesra tubuhnya dari belakang. Dengan sangat hati-hati ia melepas pelukan hangat itu karena ingin memandang wajah tidur kekasihnya. Dia pun berbalik menatap wajah cantik kekasihnya dari atas sembari tersenyum manis.Yoona saya benar-benar cantik seperti seorang goddess. Aku jadi berpikir mengapa tidak dari dulu aku mencintainya? Aku memang bodoh dan aku sangat bersyukur dia mencintaiku.Tangannya bergerak mengusap pipinya dengan hati-hati sembari terus memandang wajahnya."Enghhh T-taeyeon!""Ne, aku di sini sayang." Perlahan Yoona membukakan matanya dan memperlihatkan senyuman manisnya melihat kekasihnya tengah menatapnya saat ini."Morning Yoongie!" Taeyeon mengecup bibirnya."Morning Taeng. Sejak kapan kau bangun?""Sejak kau tertidur aku sudah terbangun dan menatap wajah cantikmu semalaman sampai kau bangun sekarang hehehe.""Gombal!" Taeyeon hanya cekikikan dan mereka kembali berciuman mesra."Mph, aku harus pergi mandi sekarang." Yoona bangkit dari tempat tidurnya."Aku boleh ikut? Kita mandi bersama.""Byuntaeng, no!" Yoona melarikan diri dan membuat Taeyeon sedikit cemberut. Melihat Yoona memasuki kamar mandinya, ide nakal pun terlintas di kepalanya."Hihihi!" Dia melompat dari atas tempat tidur kemudian berjalan dengan mengendap-endap menuju pintu kamar mandi. Ketika melihat ventilasi kamar mandinya yang terlalu tinggi ia mendesah kecewa karena tidak bisa menjangkaunya."Mengapa aku harus terlahir sebagai gadis pendek?" Dia mencoba memikirkan sesuatu dan matanya melihat sesuatu yang membuatnya berbinar. Dia meraih sebuah kursi kemudian menyimpannya di depan pintu dengan perlahan lalu menaiki kursinya dan mulai mengintip Yoona melalui celah ventilasi.OH... MY... GOD!Saat melihat ke bawah tidak ada yang bisa ia lakukan selain melongo dengan mulut yang terbuka lebar melihat tubuh telanjang Yoona. Bagaimana terlihat panasnya Yoona saat ini membuatnya sangat bernafsu sembari menyentuh selangkangannya yang mulai membasah. Cara membilas seluruh tubuhnya juga sangatlah seksi hingga membuat air liur Taeyeon mengalir deras.Ohhh aku ingin mencicipi seluruh tubuhnya mphhh!Taeyeon semakin tidak kuat menahan nafsunya sampai akhirnya ia melompat dan buru-buru menyimpan kembali kursinya karena Yoona sudah selesai. Dengan wajah polosnya ia duduk di tepi ranjang dan melihat Yoona keluar dari kamar mandinya."Ahhh segarnya!" Yoona mengambil pakaiannya dari lemari dan mata Taeyeon tidak bisa menghindar untuk terus menatap setiap pergerakannya.Glek!Saat itu juga Teayeon menelan ludahnya dalam-dalam melihat Yoona memakai celana dalamnya sembari membelakanginya. Matanya juga tidak bisa berkedip ketika dia melepas handuknya dan mulai mengenakan branya.F*CK YOU YOONGIE!Tidak sadar di tengah sibuknya memandang pemandangan indah darah segar keluar dari hidungnya."Taeng, kau tidak mandi huh?" Yoona berbalik kemudian terkejut melihat darah yang mengalir dari hidung kekasihnya."Omoo! Taeng hidungmu berdarah!""H-hah?" Taeyeon menyentuh hidungnya kemudian berlari menuju kamar mandi sementara Yoona mencoba menebak sebab Taeyeon bisa mimisan. Dia melihat tubunya sejenak kemudian tersenyum mengerti."Apa dia memperhatikanku saat mengenakan pakaian dalam ini sehingga membuatnya mimisan? Hahahahaha dasar Byuntaeng!" Tersenyum evil, Yoona pun merencanakan sesuatu dengan duduk di tepi ranjang sembari berpose seksi.Sementara di dalam kamar mandi, Taeyeon sibuk membersihkan darah dari hidungnya hingga bersih. "Aigoo darah sialan! Kau mengganggu kenikmatan mataku saja." Dia menyeka hidungnya hingga kering dari air kemudian kembali untuk menghampiri Yoona. Dia sedikit terkejut ketika melihat Yoona duduk berpose seksi di tepi ranjang dengan hanya mengenakan pakaian dalam saja. "Babe!" Yoona pun menghampirinya."K-kau belum berpakaian?" Tanyanya sembari menatap belahan dada Yoona. Hoho aku ingin menenggelamkan wajahku di sana, hrrr! "Belum karena aku meunggumu." Kerutan muncul di keningnya kemudian Yoona mencondongkan dadanya."You wanna babe?" Taeyeon menjilat bibirnya."Aku tau kau menginginkan ini sekarang. Lihatlah, dadaku bukan lagi apel melainkan sudah tumbuh menjadi melon yang besar. Come on, kau bisa menyentuhnya sekarang juga." Godanya dengan meremas-remas payudaranya sementara Taeyeon masih berdiri di tempatnya dengan nafsu yang kini merajainya."B-boleh memang?" Yoona terkekeh kemudian melepaskan pengait branya dan melemparnya jauh-jauh. Sekali lagi Taeyeon menelan ludahnya tanpa berkedip menatap dua gundukan yang cukup besar itu."Silahkan!" Dengan perlahan ia menyentuh dan meremas kedua melonnya."Woa daebak! Ini terasa empuk dan nikmat." Yoona hanya tersenyum kemudian mulai terhanyut dengan sentuhan Taeyeon. "A-ahhh!" Desahan seksi yang keluar dari mulut Yoona membuat Taeyeon semakin bernafsu dengan menarik lehernya dan mengulum bibirnya dengan penuh hasrat. Dia juga menjilati tiap sisi bibir Yoona kemdian mendorong lidahnya masuk dan Yoona menyambutnya dengan menjepit dan menghisap kuat lidahnya. Ciuman mereka semakin memanas seiring keduanya saling mendominasi pertempuran lidah di dalam mulut masing-masing. Tangan kanan Taeyeon mulai bergerak menyentuh kewanitaannya dan jari tengahnya mulai menggodanya."Nghhh-ahhh ahhh!" Sekali lagi desahan Yoona membuatnya semakin bernafsu. Dia memecahkan ciumannya kemudian membawa Yoona menuju tempat tidur dan membanting tubuhnya. Ciumannya pindah ke dagu, leher kemudian berakhir dengan mengulum dan menghisap payudaranya dengan lahap secara bergantian sementara jari tangannya kembali menggoda kewanitaannya."Ohhhhhh... B-berhenti menggodaku mph, aku menginginkan dirimu di dalam diriku sekarang j-juga!” Taeyeon tersenyum puas mendengar permohonannya kemudian ia menarik celana dalamnya dan melebarkan kedua pahanya."Woa indahnya dan rasanya pasti nikmat!" Taeyeon semakin tidak tahan untuk cepat mencicipinya."Kau siap sayang?""N-ne."I got a boy meotjin! I got a boy chakhan! I got a boy handsome boy nae mam da gajyeogan ♪Dering ponsel yang berasal dari ponsel Yoona menghentikan aktifitasnya."Chakkaman!" Yoona bangkit dan mengangkan teleponnya."Ne? Waeyo? Bukankah hari ini tidak ada jadwal? Ahhh ne ne ne, aku akan segera kesana." Kerutan muncul di kening Taeyeon kemudian Yoona mulai mengenakan kembali pakaiannya dengan terburu-buru."Chakkaman, kau mau kemana?""Mianhae Taeng, aku harus segera pergi ke lokasi syuting.""Hah? Kajima, kita kan belum selesai!" Taeyeon melompat menghampirinya."Tidak ada waktu lagi aku harus segera ke sana.""A-andwae jebal, aku suah tidak kuat menahan nafsuku ne?" Taeyeon menarik-narik tangan Yoona agar ia tidak pergi."Kita bisa melakukannya nanti, waktu kita kan banyak.""S-sepuluh menit saja ne?" Yoona menggelengkan kepalanya."Lima menit atau satu menit saja jebal, aku sudah tidak tahan." Taeyeon mencoba melucuti pakaiannya kembali namun Yoona malah mendorongnya."Mianhae." Yoona mengecup bibirnya lalu secepat kilat melarikan diri dari Taeyeon."ANDWAE, YAH YOONA!!!" Taeyeon melebarkan mulutnya dengan tidak percaya bahwa kekasihnya lebih memilih pekerjaannya di banding dirinya."Ottoke? Aku benar-benar tidak bisa menahan nafsuku saat ini huaaaaaa!" Dia menggeretakan kakinya kemudian melampiaskan nafsunya dengan menggenjot-genjot guling yang tidak berdosa. TBC