Chapter 43 (1/1)
Suasana penuh kegembiraan begitu terpancar. Kedua mempelai tampak bahagia begitu melangkah keluar gereja. Senyum bahagia tidak pernah sedikitpun terhapus dari wajah mereka. “Ya, gadis-gadis lajang, cepatlah berkumpul. Sekarang waktunya pelemparan bunga,” kata Taemin sambil mengerling menggoda. Sontak seluruh tamu di sana, yang merupakan gadis lajang, segera merapat untuk berkumpul. Mereka sedikit berdesakan satu dengan yang lainnya, berebut untuk mendapatkan tempat terbaik agar bunga sang mempelai jatuh ke tangan mereka. Huh, Soojung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil. Mitos bahwa yang mendapatkan bunga akan menjadi pengantin selanjutnya, siapa yang percaya?“Ya, Soojung kenapa kau diam saja? Ayo kita ikut berkumpul,” ajak Jinri tiba-tiba sambil sedikit menyeret Soojung.“Aku tidak mau ikut-ikutan Jinri-ah. Kau saja sana,” tolak Soojung sambil tertawa kecil. “Hisssh, baiklah. Tapi jangan menyesal jika aku yang dapat,” akhirnya Jinri menyerah mengajak Soojung. Soojung tersenyum tipis melihat tingkah sahabatnya itu. “Hana…. Dul….. Set….,” seru Naeun akhirnya sambil melempar bunga ke belakang. Grep. Semua orang terpaku begitu melihat seseorang yang baru saja menangkap bunga itu. Orang itu melangkah memecah keramaian dan berhenti tepat di hadapan Soojung.Deg. Jantung Soojung sekali lagi nyaris berhenti berdetak.“Untukmu. Lambang janjiku untuk membuatmu menjadi pengantin paling cantik dan paling bahagia di muka bumi ini. Ambilah,” katanya sambil tersenyum manis..........“Aaaaaaa,,,” jeritan tertahan menggema di seluruh penjuru. Mana ada yang menolak jika baru saja ditangkapkan bunga sang pengantin wanita oleh Kim Jongin? O0O Soojung masih terpaku diam di tempat. Dia bingung harus memulainya dari mana. Membalas menyapa gadis ini? Atau berpura-pura tidak mengenal satu sama lain. Jung Soojung kau bodoh sekali jika melakukan yang terakhir itu.“Sepertinya kau sangat membenciku hingga tidak mau membalas sapaanku, nona Jung,” kata gadis cantik ini sambil tersenyum pahit. Yah, apa yang dulu dilakukannya pada Soojung memang cukup keterlaluan. Wajar jika Soojung enggan memaafkannya.“Hmm, bukan begitu, Suzy-ah. Aku hanya merasa canggung. Maaf jika aku tanpa sengaja telah menyakiti hatimu,” kata Soojung akhirnya. Dia sangat merasa tidak enak karena berlaku tidak sopan pada mantan rivalnya ini.“Yah, tak masalah. Yang kulakukan bahkan lebih menyakitimu, lebih parah dari ini,” sekali lagi Suzy berujar.“Kau apa kabar?” tanya Suzy sambil mencoba untuk tersenyum lebih ramah.“Baik, kau sendiri?” balas Soojung sama ramahnya.“Tidak buruk, ku yakin banyak media yang mengabarkan kabarku saat ini,” jawab Suzy sedikit angkuh.“Cih, percaya diri sekali,” desis Soojung malas membuat Suzy tertawa kecil.Dan mereka kembali diam. Entah apa yang dipikirkan oleh keduanya.“Aku minta maaf,” kata Suzy pelan memecah keheningan yang telah mereka lewati.“Aku minta maaf karena dengan sengaja mencelakakanmu, merebut Jongin darimu, pokoknya semua hal yang telah kulakukan,” kata Suzy tulus sambil menatap netra Soojung lurus.“Uhm, yah, aku sudah memafkanmu dari dulu, Suzy,” kata Soojung sambil tersenyum lembut. Sudah saatnya dia melupakan kejadian yang cukup membuatnya terluka.“Tidak, Soojung. Kau seharusnya tidak memafkanku begitu saja. Kau seharusnya marah padaku, mencaciku. Apapun, asal membuatku berhenti merasa bersalah kepadamu dan juga pada Jongin,” protes Suzy menggebu.“Jongin?”“Yah, Kim Jongin,” Flash BackSuzy benar-benar tidak sanggup untuk bertatap muka langsung dengan Jongin. Terlebih setelah pemuda itu mengetahui bahwa dirinya sengaja menyimpan surat Soojung agar Jongin tidak menemuinya. Suzy merutuki kebodohannya. Sekarang dia merasa kesepian, bahkan Eunji dan Jiyeon telah mendiamkan selama berhari-hari karena masalah Soojung. Uhh, Suzy merasa tidak tenang karenanya.“Ya, bae Suzy,” panggil seseorang membuat Suzy terpaksa menoleh. “Wae?” tanya Suzy datar begitu melihat siapa yang memanggilnya tadi.“Haiish, apa kau benar-benar tak merasa bersalah, huh? Kau benar-benar membuat Soojung pergi. Kau benar-benar gadis busuk,” Suzy tentunya marah dikatai begitu saja oleh pemuda berkulit putih ini.“Ya, memangnya aku yang membuatnya pergi? Dia pergi atas kemauannya sendiri,” sungut Suzy kesal.“Dan lagi jangan munafik, Oh Sehun. Bukankah kau juga terlibat? Ku ingatkan kau hampir saja membuat gadismu itu celaka,” lanjut Suzy sambil menyeringai sinis.“Ya, aku tidak sengaja melakukannya. Tapi itu semua idemu, jangan libatkan aku dengan semua ide jahatmu itu,” protes Sehun tidak terima.“Ckkss, kau ini…”“Apa maksudnya dengan ide jahat Oh Sehun?” Suzy dan Sehun tersentak begitu mendengar suara yang amat dingin hadir di antara mereka.“Jongin?”“Dan apa maksudmu dengan ‘celaka’, Bae Suzy?” tanya Jongin tajam. Oh, Suzy merasa kakinya melemas saat ini.“Kalian bekerjasama untuk mencelakakan Soojungku? Kalian yang membuatnya hampir mati gara-gara apel sialan itu?” bentak Jongin saat itu juga. “Bu-bukan begitu, Jongin,” bantah Suzy pelan.“Lalu apa, huh?” sindir Jongin sinis.“Dan kau Oh Sehun. Kau bilang kau mencintai Soojung, tapi kau malah mencelakainya?” tanya Jongin. Pemuda itu tidak habis pikir jika Sehun menghalalkan segala cara untuk dapat merebut Soojung darinya.“Hhh, selamat untuk kalian berdua. Kalian benar-benar telah berhasil merusak hubunganku dengan Soojung. Kalian benar-benar berhasil,” kata Jongin sambil tertawa miris.“Jong,”Hati Suzy rasanya teriris saat Jongin mengabaikannya. Pemuda itu bahkan menabrakkan bahunya dengan bahu gadis itu. Yah, Kim Jongin benar-benar membencinya saat ini.Flash Back End Soojung benar-benar kehilangan suaranya untuk sekedar berkomentar mengenai cerita Suzy. Sungguh, memang seharusnya Soojung membenci Suzy hingga tujuh kehidupan selanjutnya. Tapi lalu Soojung dapat apa? Toh, Suzy sudah cukup mendapatkan hukuman. Soojung yakin, gadis ini pasti sangat tersiksa dengan rasa bersalah yang terus menghantuinya.“Aku benar-benar menyesal, Soojung. Tidak seharusnya aku berlaku curang seperti itu. Aku….,”“Ssstt, Suzy. Sudahlah. Sungguh aku sudah memafkanmu. Jangan terus menyalahkan dirimu sendiri,” kata Soojung sambil mengelus lengan Suzy lembut.“Gomawo, Soojung. Gomawo,” ucap Suzy sambil memeluk Soojung erat. Soojung membalas pelukan hangat Suzy sambil tersenyum lega. Yah, setidaknya satu beban masalahnya telah selesai sekarang.“Apa aku melewatkan sesuatu,” suara seseorang menginterupsi momen Soojung-Suzy..Please Subscribe to read the full chapter