Chapter 31 (1/1)
Jinri menunggu Chanyeol di depan gerbang sekolahnya. Biasanya pemuda jangkung itu sudah menunggunya sepulang sekolah. Namun, sosok pemuda itu sama sekali belum terlihat. Padahal Jinri sudah cukup lama menunggu. Jinri mendengus kesal. Baiklah, jika Chanyeol tidak muncul dalam 10 menit, maka Jinri memutuskan untuk pulang sendiri.Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depannya. Jinri tidak mengenali sama sekali mobil itu. Mobil Chanyeol? Jinri rasa bukan. Dan perkiraannya tepat, ketika seorang gadis turun dari mobil itu. Jinri berdecak kagum. Gadis itu terlihat cantik dan menawan. Semua mata tertuju dan terpesona padanya. Tapi detik berikutnya Jinri dibuat terheran-heran. Pasalnya gadis itu kini tengah berdiri dihadapannya dan tersenyum, hmm dengan sinis?“Jadi, kau yang namanya Jinri?” tanya gadis itu. Jinri hanya mengangguk ragu. Seingatnya Jinri tidak mengenal gadis ini. Bagaimana bisa ia tahu nama Jinri?“Ckks, jadi begini tampangmu. Sama sekali bukan sainganku,” kata gadis itu sinis. Jinri mengerjap-ngerjapkan matanya bingung.“Maaf, tapi kau…”Plak. Jinri menghentikan kalimatnya. Pipinya terasa panas. Dan dapat Jinri duga kalau perhatian semua orang kini tertuju padanya.“Gadis jalang,, bisa-bisanya kau merebut Chanyeol dariku, huh?” Jinri membulatkan lesa matanya sempurn lalu menatap kembali gadis itu. Chanyeol? Park Chanyeol?“Yah, Park Chanyeol, kekasihku. Bagaimana bisa gadis ingusan sepertimu bisa menarik perhatiannya?”“Mungkin karena Chanyeol oppa sudah bosan denganmu,” jawab Jinri. Yah, Jinri tidak mau terus diperlakukan seperti ini. Meski kini matanya berkaca-kaca, namun Jinri tetap menahan diri untuk tidak menangis. Ia tidak boleh kalah.“Kau berani sekali, huh,” Jinri menutup matanya ketika tangan gadis itu bersiap menamparnya kembali.Grep. Jinri tidak merasakan apapun. Dia segera membuka matanya. Dan betapa terkejutnya Jinri karena melihat Soojung telah mencekal pergelangan tangan gadis itu.“Apa yang kau lakukan?!?” seru gadis itu marah. Soojung hanya menatap gadis itu tajam. Dengan sedikit keras, Soojung kemudian menghentakkan tangan gadis itu.“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu,” jawan Soojung dingin.“Gadis kurang ajar, tidak seharusnya kau ikut campur,”“Lebih kurang ajar mana dengan orang yang tanpa permisi menghardik bahkan menampar orang yang baru ia temui pertama kali?” tanya Soojung tajam. Gadis itu mengedarkan pandangan ke sekitarnya. Mereka telah menjadi tontonan orang-orang. Banyak dari mereka yang berkasak-kusuk membenarkan kata-kata Soojung. Yah, sepertinya dia sedikit terpojok.“Ya, Kim Hyuna,” seru seorang pemuda mengalihkan perhatian semua orang.“Chan, Chanyeol,” gumam gadis yang teryata bernama Hyuna itu takut-takut. Chanyeol menatapnya sangat tajam. Perhatian Chanyeol kemudian beralih pada Jinri. dan Chanyeol dapat melihat jelas bahwa pipi gadis itu memerah.“Apa yang kau lakukan di sini, huh?” tanya Chanyeol geram.“I-itu a-aku..,” gadis itu, Kim Hyuna bingung harus menjawab apa. Chanyeol mendesah berat. Ia kemudian menghampiri Jinri segera. Saat Chanyeol hendak menyentuh pipi Jinri, gadis manis itu menghindar dan memalingkan mukanya. Melihat itu membuat Chanyeol menjadi merasa bersalah.Kim Hyuna sendiri kini tengah emosi karena ternyata Park Chanyeol benar-benar tidak berada di sisinya kembali. Pemuda itu malah menghampiri Jinri, bukan membelanya sebagai kekasih.“Oh, jadi kau mengakui diri telah selingkuh dengan gadis jalang ini, Park?” sindir Hyuna tajam.“Jaga ucapanmu,” bentak Chanyeol.“Lalu harus kusebut apa gadis yang telah merebut kekasihku, hum?” Hyuna benar-benar emosi karena baru pertama dibentak oleh Park Chanyeol, kekasihnya.“Bukankah sudah kubilang aku bosan denganmu. Gadis ini sama sekali bukan alasanku untuk memutuskanmu. Kau sendiri yang terlalu protektif dan membosankan,” jelas Chanyeol dingin.“Jadi, nona Kim Hyuna, kalau kau tidak mau kupermalukan di sini, sebaiknya kau segera pergi,” tengkuk Hyuna rasanya meremang mendengar penyataan Chanyeol barusan. Begitu dingin dan serius.“Dan jangan pernah muncul di hadapanku dan Jinri lagi,” tambah Chanyeol dengan sseringainya yang begitu menyeramkan.“Ternyata benar kata teman-temanku. Kau itu seorang cassanova, dan tak pernah berubah,” kata Hyuna pelan.“Dan kau gadis kecil, sebaiknya kau hati-hati dengan pemuda ini. Pemuda ini pandai sekali mematahkan hati para gadis,” kata Hyuna sinis lalu berlalu pergi. Chanyeol menghembuskan napasnya pelan saat melihat mobil Hyuna telah menjauh. Kemudian dia segera kembali mendekati Jinri.“Jinri, aku bisa…,”“Cukup, Jinri tidak butuh penjelasanmu, tuan Park,” Soojung dengan cepat menghalangi Chanyeol.“Jinri, ayo kita pergi,” ajak Soojung sambil menarik tangan sahabatnya itu.Chanyeol sekali lagi menghembuskan napasnya berat. Ia tak menyangka kalau akan jadi seperti ini. Ia juga tak menyangka bahwa Hyuna adalah gadis yang cukup berani untuk melabrak orang. Dan sekarang dia bingung apa yang harus ia perbuat untuk membuat Jinri percaya padanya.Plak. Chanyeol meringis sambil mengelus lengannya. Yah, lengannya baru saja dipukul keras oleh Park Jiyeon, adiknya. Entah sejak kapan Jiyeon ada di sini. Oh, bukankah sekolah Jinri juga sekolah Jiyeon. Hampir saja Chanyeol melupakannya.“Kenapa kau memukulku, sih?” protes Chanyeol kesal. Namun, sekali lagi Jiyeon memukul lengannya.“Apa yang kau lakukan, pabo?” seru Jiyeon kesal.“Kau baru saja membuat Jinri terluka. Dan jika Minho oppa tahu bahwa ini ulahmu, maka hubunganku dan dia akan merenggang,” omel Jiyeon. Chanyeol hanya memutar bola matanya malas. Yah, lagi-lagi soal Choi Minho.“Salahkan Hyuna, ini bukan salahku,” jelas Chanyeol yang kemudian kembali dihadiahi pukulan dari adiknya.“Tapi kan Hyuna itu pacarmu,” kata Jiyeon lagi.Please Subscribe to read the full chapter