Chapter 11 (1/1)
Chapter 11Jongin terlihat bosan. Berkali-kali ia membolak-balik buku yang ada di hadapannya dengan kasar. Sehun juga terlihat bosan. Dari tadi ia sibuk sendiri, berguling-guling, memainkan pensil di tangannya, bahkan membuat pesawat dari kertas untuk diterbangkan. Semua kegiatan dua namja itu tak luput dari kedua mata Soojung. Jinri? Ia tampak acuh memberi tanda pada buku yang dibacanya sambil mendengarkan music. Oke, Soojung merasa terganggu. Dihentikannya kegiatannya yang tengah mengetik laporan kelompok mereka dan memandang kesal ke arah Sehun dan Jongin.“Ya, Kim Jongin, Oh Sehun, berhenti bermain-main,” sungut Soojung sewot. Suara Soojung yang agak sedikit keras itu sontak menghentikan kegiatan tidak penting Jongin dan Sehun. Jinri hanya terkekeh ketika akhirnya sang ratu tengah murka.“Jika kalian tidak berniat membantu menyelesaikan tugas ini, lebih baik kalian keluar dan pergi saja,” perintah Soojung tajam. Jongin dan Sehun terdiam, memandang Soojung takut seolah dimarahi ibu mereka.“Tapi Jungie, ini rumah Jongin, jadi kau tak dapat mengusirnya,” Jinri bersuara pada akhirnya. Jongin dan Sehun segera menampakkan cengiran lebarnya.“Ku kira kau di pihakku, Choi Jinri,” dengus Soojung kesal. Jinri hanya tersenyum polos.“Tapi Jinri benar, Soojung. Kau tak bisa mengusir Jongin,” Sehun berusaha membela Jinri.“Baiklah, aku yang pergi,” kata Soojung ketus seraya membereskan laptop dan buku-bukunya.“Ayolah, Jungie. Kami hanya bercanda,” bujuk Jinri menghentikan aktivitas Soojung.“Iya, mianhae. Kau tahu kan sudah 3 jam kita berkutat pada buku super tidak mengasyikkan ini, jadi jangan salahkan aku dan Sehun jika kami bosan,” Jongin berupaya meredakan emosi Soojung. Soojung hanya menghela napasnya kasar.“Wah, ramai sekali,” suara seseorang mengintrupsi perdebatan kecil Soojung dan kawan-kawan. Suara itu berasal dari putra keluarga Kim yang juga merupakan kakak Jongin, Taemin. Terlihat di sana Taemin tidak sendiri, ada Naeun yang kini tengah duduk bergabung di antara Soojung dan Jinri.“Kalian mengerjakan tugas, hum?” tanya Naeun sambil melihat-lihat buku yang berserakan di ruang keluarga kediaman keluarga Kim.“Ne, eonnie. Tapi ada dua orang yang bisanya mengganggu dari tadi,” sindir Soojung.“Kami hanya bosan, noona. Soojung terus saja meminta kami membaca,” bela Sehun mendapat lirikan tajam dari Soojung. Taemin hanya tersenyum melihat kedekatan empat sahabat ini.“Bagaimana kalau kita jalan-jalan? Kebetulan tadi aku dan Naeun akan berkencan, tetapi kami belum memutuskan untuk pergi ke mana,” usul Taemin membuat Jinri, Sehun, dan Jongin cukup senang.“Dan menjadi pengamat kencan kalian. Well, No,” sahut Soojung sedikit kesal.“Kalian tidak akan jadi pengamat. Bukankan Sehun dan Jinri juga bisa sekalian berkencan, mereka kan juga pasangan,” kata Naeun membuat Jinri dan Sehun merona.“Dan ketahuilah kalau aku tidak memiliki pasangan, eonnie,” Soojung mengingatkan Naeun.“Kau tak menganggapku, Soo?” tanya Jongin dengan nada kecewa.“Ah, benar. Jongin juga tidak punya pasangan,” kata Soojung polos. Kalimat tersebut sontak membuat mereka tersenyum geli. Tapi tidak dengan Jongin. Ia mengeluh kesal. Soojungnya benar-benar kelewat polos.“Maksud Jongin, dia bisa jadi pasanganmu, Jungie,” kata Taemin berusaha memberikan pengertian pada Soojung. Soojung mengerjapkan matanya perlahan seraya berpikir.“Dengan si hitam ini? Tidak, Oppa aku tidak mau,” tolak Sojung sambil menggerakkan kedua tangannya. Penolakan Soojung sontak membuat Sehun tertawa terpingkal-pingkal. Seorang Kim Jongin yang terkenal seantero sekolah karena ketampanannya, Kim Jongin yang sangat digilai para gadis, dia baru saja ditolak? Yup, ditolak mentah-mentah oleh Jung Soojung.“Ayolah, Soojung. Anggap saja ini hiburan atau selingan,” rayu Jinri sambil tersenyum ke arah Soojung.“Jadi aku hanya hiburan dan selingan?” protes Jongin.“Terima nasibmu, Kkamjong,” kata Sehun yang masih tertawa.“Aku dan Sehun tak akan ikut jika kalian tak ikut,” tambah Jinri. Soojung menatap raut wajah Jinri yang sepertinya ingin sekali melakukan ide gila ini.“Baiklah, demi Jinri,” Soojung akhirnya mengalah.“Yeaah, ayo berangkat triple date,” seru Jinri senang. Ia segera menarik Sehun untuk berdiri dan melangkah keluar dari kediaman keluarga Kim diikuti Taemin dan Naeun.“Kau akan menyesal menolakku nona Jung,” kata Jongin yang kini tengah melingkarkan lengannya pada bahu Sooojung. Soojung hanya diam tidak membalas. Ia malas b