PERTOLONGAN XIXI (1/1)

"Kris ge, kau tidak serius kan ? Kau tidak akan kembali ke Beijing dan meninggalkan Luhan gege kan ? Jawab aku ge !!"Xixi menarik-narik lengan Kris saat pria itu mengepak barang-barang ke kopernya.Tetapi tidak ada jawaban dari Kris."Ge, jawab aku !", Xixi berteriak lebih keras."Besok aku akan berangkat " katanya pelan."Kris gege !! Aishhh.... kubilang juga apa , membiarkan ibumu tinggal di sini, itu bencana !! " "Xixi tolong, bagaimanapun dia itu ibuku, mana mungkin aku akan membiarkannya tinggal di hotel, kalau di rumah ini ada banyak kamar ?""Tapi rumah ini milik Luhan gege, apakah kau sudah lupa ? kemudian kau membiarkan tamu disini membuat pemilik rumah ini menangis, begitu ? Kau ini benar-benar tidak mempunyai hati, bukannya kau yang selalu bilang kau mencintai Luhan tapi nyatanya apa, kau malah menyakitinya !!"

Xixi berteriak.Gadis cantik itu sungguh-sungguh kehilangan kesabaran sekarang. Ia merasa Kris tidak memikirkan perasaan Luhan sama sekai. Ia sama sekali tidak punya keberanian apapun untuk melawan kehendak ibunya. Kris berhenti mengepak barangnya, sebetulnya ia pun berat sekali meninggalkan Luhan, ia yakin benar pemuda mungil itu hatinya tengah hancur sekarang.Kris meremmas rambut pirangnya dan terduduk di lantai kamarnya.Ia menangis, lalu terisak pelan.Xixi berjongkok di depan kris, merasa iba juga pada pria yang telah dianggap seperti kakak laki-lakinya sendiri itu.Ia meraih pelan wajah Kris, mengusap air matanya dengan tangannya."Ge, jangan menangis, huh ? Kau seharusnya kuat dan tegar agar bisa membantu Luhan gege, tapi kenapa kau malah menjadi lemah begini ?""Aku lelah ""Ya ampun ge, biasanya kau kuat, tetapi sekarang kenapa kau malah menjadi mudah menyerah ?""Walau aku kuat, tetapi kalau disuruh memilih antara Luhan atau ibu, aku tidak sanggup " Xixi meraih kris dalam pelukannya, mengusap pelan punggungnya."Begini saja, bagaimana kalau Luhan saja yang pergi ?""Apa maksudmu, ini rumahnya ", Kris tidak paham maksud xixi.

"Aku tahu, ini hanyalah sementara, karena kalau ia lama-lama di sini, ia bisa mati muda, apalagi besok calon istrimu kemungkinan akan tiba ""A-apa? " Kris tida