PERPISAHAN (1/1)

Luhan masih duduk di ranjangnya sementara Xixi duduk di sampingnya."Luhan, kita pergi sekarang ", kata kris begitu ia sampai di kamar Luhan."Pergi kemana Kris ?"Luhan bingung begitupun dengan Xixi" ada apa ge ?""Kite pergi dari sini, kita ke kanada saja, kita menikah di sana", kris meraih tangan Luhan."Ayo kemasi barangmu, kita pergi sekarang ""Tapi Kris .." "Tidak akan ada yang pergi dari rumah ini ", seru ibunya  disertai Pei ci tiba di kamar itu"Wu yifan, kalau kau berani melangkah selangkah saja keluar dari rumah ini, jangan pernah memanggil ibu lagi, ibu lebih baik tidak mmemiliki anak pemberontak sepertimu !!!", bentak ibunya. Suaranya meninggi, ia marah besar. Luhan menarik tangannya dari pegangan kris, "Nyonya wu, ada apa sebenarnya ?" tanyanya."Diam kau, dasar anak ingusan !! kau berani membuat putraku menjadi seperti ini, homoseksual itu menjijikkan, apa kalian tahu itu ? pastikan kalian mengakhiri hubungan kalian sekarang ! Dan kamu anak ingusan, kau sama sekali tidak pantas bersanding dengan putraku karena ia akan menikah dengan gadis yang sederajat dengannya, dan yang terpenting berjenis keklamin wanita ! bukan dengan pria. Aku ingin cucu, dia putraku satu-satunya, kalau dia bersamamu, apakah kalian bisa memberikanku cucu ? menggelikan sekali !"Semuanya terdiam. Pei ci sebenarnya tidak tega pada kris, tapi ia diam saja, ia tak bisa melawan ibunya.  "Jadi sekarang bagaimana, Yifan ? apa kau bisa meninggalkan dia ? apa jawabanmu ?" tanya ibunya sekali lagi.Kris hanya menunduk, ia sama sekali tak mau berpisah dengan Luhan."Yifan, bagaimana dengan Xixi, dia gadis yang baik dan cocok untukmu "

"Ibu....""Maaf nyonya wu, tapi  saya dan Kris gege tidak dalam hubungan seperti yang anda bayangkan, jadi kalau anda berniat menyuruhku bersama Kris