chapter 49 (1/1)

Jongin menghela napasnya berat saat mendengar bunyi pintu yang ditutup keras oleh Soojung. “Sajangnim,” panggilan Seulgi sontak mengalihkan perhatiannya.“Mianhae, Seulgi-ah,” kata Jongin pelan penuh penyesalan. Seulgi memandangi Jongin penuh tanya.“Maaf karena menciummu tanpa izin seperti tadi,” lanjutnya.Seulgi menatap nanar sang bos. “Apakah kau melakukannya untuk membuat Krystal cemburu?” dengan ragu gadis itu bertanya.“Yah, lebih tepatnya agar dia membenciku,” jawab Jongin sambil tersenyum masam.“Tidak apa,” itu dapat terlontar manis di bibir Seulgi. Nyatanya hantinya begitu sakit. Dia seharusnya sadar bahwa Jongin tidak berniat menciumnya. Sedikitpun tidak pernah. Dia seharusnya sadar sejak awal. Apalagi saat mendengar gumaman nama Soojung, saat Jongin mencumbunya. Yah, walaupun Jongin mencumbu Seulgi, nyatanya pemuda itu hanya terbayang wajah Soojung. Tentu saja, karena Soojunglah yang ada di hati Jongin. O0O Jongin menatap pintu di hadapannya dengan pandangan kosong. Paru-parunya terasa sesak. Ingin sekali Jongin mengisi alveolusnya dengan banyak oksigen, tetapi selalu gagal. Dia kesulitan bernapas untuk kesekian kalinya.“Kenapa diam saja? Tidak mau masuk?”Jongin tersentak kaget saat menyadari bahwa Sehun tengah bertanya padanya sambil menepuk pelan bahunya. Pemuda berkulit tan itu hanya tersenyum tipis sambil mengangguk pelan. Dan Sehun menyadari benar bahwa sahabatnya ini mungkin belum sepenuhnya siap untuk masuk ke ruangan di hadapannya itu.“Kalau kau belum siap atau merasa tidak nyaman sebaiknya…”“Tidak, aku siap.” Dengan tegas Jongin memotong perkataan Sehun. “Ini pernikahan sahabatku, bagaimana mungkin aku tidak memberikan dukungan di detik-detik menjelang pernikahannya.”Sehun menghela napasnya kasar. Jujur saja, Sehun sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Jongin. Pemuda itu seolah bersikap baik-baik saja. Tapi nyatanya tidak. Yah, mau bagaimana lagi. Percuma saja dia membujuk Jongin. Tidak akan berhasil, Jongin sangatlah keras kepala.“Baiklah, ayo masuk.” Sehun berinisiatif memutar kenop pintu. Karena jika ia menunggu Jongin, maka yang terjadi adalah mereka tidak akan pernah memasuki ruangan itu. Mungkin hingga upacara pernikahan selesai dilangsungkan.Jongin sekali lagi mencoba mengatur pernapasan serta perasaannya. Ada sedikit nyeri saat Sehun mulai memutar kenop pintu dan mulai membukanya. Tetapi netranya sama sekali tidak mau diajak bekerjasama kali ini. Sekali lagi Jongin harus menangkap sosok yang terlampau indah di hadapannya itu. Jongin terpaku saat kedua lensa yang dikaguminya tertaut dengan pandangannya. Dan ketika sosok itu tersenyum, Jongin merasa bahwa dunia ini penuh warna.Yah, itu memang senyuman tercantik yang pernah Jongin lihat. Senyum yang selalu membuat jantung Jongin berdebar tidak karuan. Senyum sempurna yang hanya dimiliki oleh pengantin wanita yang Jongin yakini sebagai pengantin tercantik yang pernah dia temui.......Sayang, pengantin wanita itu bukanlah mempelainya. O0O Minhyuk sama sekali tidak menghapus senyum bahagia dari wajah tampannya. Berkali-kali dia menatap penampilannya di depan cermin sambil sesekali merapikan setelan jas yang dikenakannya. Ini pernikahannya, untuk yang pertama dan terakhir. Momen sekali seumur hidup, tentu Minhyuk ingin penampilannya menjadi yang terbaik.“Lihatlah pengantin pria ini. Dia bisa dikira gila karena tersenyum terus menerus.”Minhyuk hanya tersenyum menanggapi godaan sang sepupu, Lee Donghae.“Apa kau tidak merasa gugup?” tanya Donghae kemudian.Minhyuk menggeleng pasti, “Ani, rasa bahagiaku jauh lebih besar ketimbang rasa gugupku,” jawabnya.“Baguslah,” komentar Donghae sambil tersenyum lega.“Honey,” Donghae menoleh begitu sapaan lembut terdengar dari sebelah telinganya.“Aku ingin bicara berdua dengan Minhyuk, bisa?”“Sure, honey.” Donghae kemudian tersenyum sekilas pada Minhyuk dan berlalu pergi.“Jadi, apa yang mau kau bicarakan Jess noona?” tanya Minhyuk penasaran. Istri dari sepupu Minhyuk –yang juga sepupu dari calon istrinya terlihat setengah gusar. Sepertinya dia sedang mengkhawatirkan sesuatu.“Ini soal pernikahan kalian.” Jawaban dari Jessica sontak membuat Minhyuk mengerutkan dahi. Memang ada yang salah dengan pernikahannya?“Kenapa tiba-tiba sekali kalian mengajukan tanggal pernikahan? Dan itupun dalam tempo yang singkat. Apa yang sebenarnya terjadi?” Minhyuk segera melunturkan senyum yang dari tadi terkembang di wajah tampannya.“Apa itu menjadi masalah? Mau diajukan atau tidak kami kan tetap akan menikah,” jawab Minhyuk sedikit menahan emosi. Jujur, ia sedikit sensitif jika ada yang mengajukan pertanyaan mengenai tanggal pernikahannya yang diajukan.“Yah, kau benar. Hanya saja ini jadi sedikit mencurigakan karena Kryssie yang meminta pernikahan dilangsungkan secepatnya,” Jessica mencoba menerangkan apa yang membuatnya sedikit tidak tenang.Minhyuk menghela napasnya berat. Kenapa semua orang mempermasalahkan permintaan Soojung untuk mempercepat pelaksanaan pernikahan? Bahkan sebelumnya calon mertuanya, dan juga kedua orang tuanya sempat menanyakan hal ini. Mereka sempat meragukan keputusan Soojung –untuk mempercepat pelaksanaan pernikahan.“Kenapa kau tidak noona tanyakan pada Soojung saja?” Minhyuk bertanya dengan sedikit ketus.“Kryssie tidak akan mau menjawab pertanyaanku. Kau tahu kan dia paling anti menjawab pertanyaan yang terlalu sensitif,” jawab Jessica sekenanya.“Kalau begitu jangan pernah bertanya lagi.” Jessica segera bungkam begitu mendapat tanggapan seperti itu dari Minhyuk.“Keluarlah noona. Aku ingin menenangkan diri lebih dulu.” Jessica menghela napasnya perlahan. Sudah dapat dia duga bahwa Minhyuk juga tidak mau memberikan jawaban yang dia mau. Mungkinkah Jessica perlu memancingnya dengan pertanyaan lain?“Lalu kenapa kau menyetujui permintaan Kryssie?” Minhyuk menatap Jessica bingung. Pertanyaan macam apa itu?“Kenapa kau mau memenuhi permintaannya meski tahu bahwa ada nama lain yang disimpan dalam hatinya? Kenapa..”“Bisakah noona tidak bertanya lagi?” Jessica sedikit tersentak saat Minhyuk membentaknya.“Soojung, dia tidak memiliki orang lain di hatinya selain aku. Dan jika masih ada nama lain yang terukir di sana, maka itu tidak akan mengubah apapun. Karena kenyataannya Soojung memilihku,” dengan sedikit kesal Minhyuk mengatakan segala hal yang dipendamnya.Benar, Minhyuk tahu benar bahwa Soojung belum menerimanya sepenuh hati. Dia bahkan belum memasukkan Minhyuk di celah hatinya. Mungkin ukiran nama Kim Jongin terlalu sukar dihapus, bahkan oleh Minhyuk. Tapi, Minhyuk tidak peduli. Dia tidak mau melepaskan Soojung. Apalagi melepaskan Soojung pada pemuda seperti Jongin, pemuda yang dengan mudahnya melepaskan gadis yang dicintainya. Pemuda seperti itu tidak akan bisa membuat Soojung bahagia.“Kau egois Kang Minhyuk,” gumam Jessica pelan.“Kang Minhyuk yang kukenal bukanlah yang seperti ini,” lanjut Jessica dengan nada kecewa.“Minhyuk yang kukenal akan mementingkan kebahagiaan gadis yang dicintainya, bukan mementingkan dirinya sendiri.” Minhyuk terdiam sambil menunggu Jessica menyelesaikan argumennya.“Uri Soojung, dia terlalu lugu, polos, dan kelewat baik hati. Dia tidak pernah tega membiarkan orang terdekatnya terluka. Bahkan dia rela terluka untuk kebahagiaan orang lain. Kau juga tahu bukan hal itu? Dan kurasa dia melakukannya lagi hari ini.”“Kebahagiaannya adalah aku noona.” Jessica menatap lurus pada Minhyuk yang serius menyuarakan isi hatinya.“Bukan, bukan kau Hyukkie. Dan kau sadar itu.”Minhyuk terdiam mencerna bantahan singkat dari Jessica. Dia tahu memang bukan dirinya. Tapi, dia ingin mengubahnya. Dia ingin menjadi alasan Soojung untuk bahagia. Memangnya tidak boleh? O0O “Padahal baru sebulan yang lalu kau meminta Minhyuk-ssi untuk menikahimu, tapi ternyata waktu cepat sekali bergulir,” komentar Naeun sambil tersenyum lembut pada Soojung.“Iya benar, tahu-tahu Soojung kita sudah tampil cantik dengan gaun pengantinnya,” tambah Jiyeon.“Uhh, aku benar-benar iri. Seharusnya aku dan Luhan oppa yang duluan menikah.” Pernyataan Eunji sontak membuat Jiyeon menepuk bahunya prihatin.“Ahh, mungkin sebaiknya aku meminta Luhan oppa menangkapkan lemparan bunga nanti untukku. Bukankah kau juga segera menikah setelah ditangkapkan bunga oleh Jong…..ups,” Eunji segera mengatupkan mulutnya. Dia merutuki dirinya karena sudah sembarangan bicara.“Yah, mungkin aku harus berterima kasih pada Jongin,” sahut Soojung tenang. Semua orang di sana menatap Soojung sedikit aneh. Ada nada sedih saat Soojung mengucapkannya. Tapi mana mungkin?“Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu, Jung Soojung.” Soojung segera menoleh ke sumber suara dan mendapati Suzy yang berbicara tadi.“Kau mencintai Jongin, tapi kau menikah dengan orang lain. Maumu apa sih?”“Ya, berhentilah menghakimi Soojung jika kau tidak tahu apa-apa nona Bae,” tukas Jinri segera.“Tidak apa, Jinri,” Soojung berusaha menengahi sambil tersenyum tipis. Jinri menatap Soojung tidak terima. Dia memang harus memberi peringatan pada Suzy agar tidak bicara sembarangan. Karena Suzy memang tidak tahu apa-apa.“Mian kalau membuatmu kecewa Bae Suzy.”“Tapi, apa yang harus kuperbuat jika orang yang kuharapkan justru melepaskanku.” Suzy terdiam mendengar penjelasan Soojung.“Aku hanya akan datang pada orang yang berani mempertahankan serta memperjuangkanku.” Suzy menghela napasnya begitu mendengarkan akhir penjelasan Soojung. Perkataan Soojung ada benarnya.“Hei, kenapa suasananya jadi tegang begini?” suara Luhan menginterupsi atmosfer aneh yang melingkupi ruang tunggu mempelai wanita.“Baiklah, ladies. Kali ini giliran kami. Bisakah kami meminjam Soojung?” tanya Minho sambil tersenyum manis.“Tentu.”...Soojung memandangi ketiga pemuda yang tampak tampan di hadapannya. Bagi Soojung ketiganya adalah malaikat pelindungnya, kakak yang ingin sekali Soojung miliki. Sayangnya, Soojung anak tunggal, jadi dia tidak pernah mendapatkan sosok seperti mereka bertiga.“Soojungie, my lovely dongsaeng,” Luhan memulai perkataannya sambil tersenyum penuh kelembutan.“Ini adalah hari pernikahanmu, biarkan kami melepasmu hari ini,” Soojung merasa sesak saat mendengarkan kelanjutan kalimat Luhan. Sial, dia tidak boleh meneteskan air mata karena terharu.“Baiklah, pertama aku. Kim Taemin.”

Previous chapter List chapter Next chapter