[M] AKHIR YANG BAIK DARI SEMU (1/1)
A/N : Tak terasa sudah sampai chappie final nih. Thanks to semua yang udah nyempatin baca nih ff hehehe... "Kau serius ?"Itu lah kata pertama yang chanyeol ucapkan ketika ia berhenti tertawa pada akhirnya. Wajahnya berubah sedikit serius.'Iya, kita bertemu dan bicara besok pagi saja ""Baiklah, selamat malam, Xixi "Chanyeol berkata masih dengan senyuman bodohnya yang seolah terukir abadi di sudut bibirnya. Ia masih tidak mempercayai ini, kalau Xixi, Liu Yi xi, gadis yang sudah lama begitu dicintainya, akan menjadi kekasihnya, gadis itu akhirnya mau menerimanya. Gadis yang menurutnya adalah gadis tercantik di dunia ini akan menerimanya ? Memikirkannya saja sampai membuatnya tidak bisa tidur. Ia tak sabar menunggu hari esok. Pagi-pagi benar, yeol sudah menyambangi rumah mewah Luhan.Bahkan ketika semua penghuni rumah masih terlelap.Dan Luhan yang pertama kali terbangun pun terlonjak kaget mendapati sang manajer telah duduk manid di ruang tamu dengan wajah yang lebih cerah dari biasanya. "Park Chanyeol ? kau ? sedang apa kau di sini pagi-pagi begini ? jangan bilang kau ingin menumpang mandi " tuduh artis muda itu."Luhan ! bisakah kau tidak berpikiran jelek ? aku ini manajermu, tidak sopan...aku tidak menumpang mandi, aku sudah mandi, sudah wangi begini juga " gerutunya."Lalu ? apa kau ingin menumpang sarapan ?""Luhan...""Lalu ? kenapa pagi-pagi sudah ke sini ?""Aku ingin bertemu Xixi ""Dia masih tidur " Luhan mengambi air dari kulkas."Aku akan mnunggu kalau begitu "Luhan mengendikkan bahunya dan dengan cuek meninggalkan yeol untuk ke kamarnya kembali. Xixi sudah manid dan masih tak tahu ada yang menunggunya di bawah."Xixi, penggemarmu menunggu di bawah " kata kris."Penggemar ? siapa ?" Xixi mengernyitkan dahinya, ia merasa bukanlah artis, mana mungkin ia punya penggemar,"Iya, penggemar beratmu ""Siapa ? aku ini bukan artis, ge ""Sudah, turun sajalah " Xixi mengangguk dan bergegas turun ke bawah dan ia cukup kaget menemukan pemuda bermarga Park itu disana dan pemuda itu melambaikan tangannya diikuti senyuman bodohnya yang selalu ia pamerkan. "Hai Xixi, selamat pagi !""Oppa ? kau sudah di sini pagi-pagi begini ?""Mmm, aku menunggumu, katamu kita harus bicara ""Tapi, kenapa pagi-pagi begini ? sejak kapan kau disini ?""Dia disini sejak kita masih tidur, sejak dua jam lalu, dasar idiot " celetuk Luhan."Hey Luhan, aku ini manajermu ! jaga sikapmu !""Dan aku lebih tua darimu " balas luhan tak kalah sengit."Hanya dua tahun saja, dasar...sudahlah, Xixi, ayo sarapan "Yeol beranjak dan hendak menghangatkan burger spesial yang dibelinya dari sebuah restoran cepat saji. "Kau akan memberinya makanan seperti itu ? Chanyeol, makanan itu tak ada gizinya. Lebih baik kau makan sereal buatanku, Xixi. Sebentar ya, Burger yeol jangan dimakan, nanti kau juga gendut kalau terus makan makanan tak sehat seperti itu " seru kris."Yaa.. kris wu !""Diam! ""Ahahaha...baiklah, aku akan menunggu seral gege saja. Maaf oppa ya " Xixi tertawa kecil."Kalau kita menikah, aku janji akan belajar memasak untukmu, Xixi ""Jangan bemimpi, Park cahnyeol " desis Luhan diikuti pukulan pelan di kepalanya oleh yeol."Yaaa....aku tak suka ada yang menyentuh kepalaku, idiot !""Luhan !!" Dan pertengkaran tak penting itu terus berlanjut. Sebulan kemudian, Luhan dan kris mengadakan pernikahan mereka di kanada. Hanya keluarga dan teman terdekat mereka yang diundang ke pernikahan tertutup itu.Luhan tampak tampan dalam balutan jas putihnya, dan kris pun tampak gagah dalam balutan jas putih beraksen peraknya.Xixi yang telah menjadi tunangan yeol hadir tentu bersama calon suami, Chanyeol.Sehun yang telah kembali dengan Seohyun, istrinya pun diundang. Bahkan Lay, juga nampak di antara para tamu.Sang ibu juga Pei ci, kakaknya serta suaminya tampak bahagia serta terharu menyaksikan pernikahan sakral tersebut Seusai pemberkatan serta resepsi pernikahan, Luhan nampak lelah, begitu pun dengan sang suami, Kris.Ia berbaring di ranjang sementara kris masih sibuk melepas aksesorisnya.Xixi mengetuk pintu kamar mereka."Gege berdua, aku bawakan coklat hangat untuk kalian, kalian pasti lelah "Xixi meletakkan dua gelas coklat hangat ke meja di kamar Krishan. "Tidak usah repot, kau pasti lelah juga kan, istirahatlah Xixi " kata kris."Tidak apa-apa. Ya sudah kalau begitu, dicicipi yah. Kebetulan aku masih punya banyak. Tapi sepertinya akan segera habis oleh Yeol oppa bodoh itu” Xixi meninggalkan Luhan dan kris dalam kamar, lalu menutup pintu kembali pintu kamar.“Tumben ia perhatian?” Luhan mencolek permukaan coklat hangat itu dengan jari telunjuknya. Ia lalu mengemut jari telunjuknya, mengecap rasa coklat yang manis. “Manis, enak” “Benarkah?” tanya Kris . Luhan kembali mencolek permukaan coklat cair nan hangat dengan jari telunjuknya. Saat ia hendak memasukkan jarinya ke dalam mulutnya, krismenyambar duluan jari telunjuk Luhan yang berlumuran coklat, lalu mengemutnya. “Kau benar. Ini… hmm… manis, enak” “Krissy geli ..” Luhan menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan semburat kemerahan yang muncul dari pipinya.“Kris, apa yang kau lakukan?” Luhan menatap Kris kebingungan. “Ini adalah perpaduan yang nikmat!” sudut bibir Kris menyimpulkan senyum yang terkesan mesum, “Maksudnya a-“ belum sempat melanjutkan kata-katanya, kris sudah langsung menyambar bibirnya. “Manis” sela kris ditengah-tengah ciuman. Lidahnya menjilati bibir cherry yang berbalut coklat milik Luhan. “Mmmpph Krissy” desah Luhan pelan. Krismemagut bibir Luhan. Melumat coklat yang ada di sekitarnya. Rasa manis dari coklat semakin menimbulkan kenikmatan yang tiada tara. Dihisapnya kuat bibir klembut Luhan . “Mmph” desah Luhan lagi. Kris menghentikan perbuatannya sejenak. Ia meneguk sedikit coklat hangat, tapi tak langsung ia telan. Melainkan ia menyimpan coklat cair itu dalam mulutnya. “Kris?” Luhan sedikit tertegun. “Mari kita mulai lagi” Luhan membuka sedikit mulutnya, lidah kris langsung melesat ke dalamnya. Kris pun menumpahkan coklat cair dalam mulut Luhan. Luhan menelan coklatnya dengan tampang kenikmatan. Kris meliarkan lidahnya untuk menari dalam mulut Luhan. Menyusuri setiap inci rongga mulut itu dengan lidahnya. “Enghh” lenguh Luhan. Kris menautkan lidahnya dengan lidah Luhan. Pertukaran saliva tak terhindarkan lagi. Saliva mereka bercampur dengan sisa coklat yang berada dalam mulut satu sama lain. Tangan nakal krisberusaha melepaskan satu persatu kancing kemeja putih yang dipakai Luhan. Setelah berhasil, dilucutinya kemeja putih beserta kaus tipis yang tadinya membungkus lekuk tubuh Luhan. Kris menempatkan Luhan dengan posisi terbaring di pahanya tanpa melepaskan ciuman intimnya. Perlahan namun pasti, ciuman itu mulai merangkak turun menuju leher jenjang Luhan. Menyapu bersih leher jenjang Luhan, dengan menciumi dan menghisap kuat-kuat. Memberi label kemerahan. Label yang berarti Luhan adalah miliknya,milik kris seorang. Luhan mengalungkan tangannya pada leher kris. Jemarinya menekan kepala kris agar hisapannya semakin kuat. Kris menciumi nipple kiri dan kanan Luhan yang sudah mengeras silih berganti. Mencubitnya agak kasar, dan memilinnya juga agak kasar. “Arrgghh… pelan pe-laann Kris" “Okay baby” kris mengemut nipple sebelah kiri luhan sementara nipple sebelah kanan ia mainkan dengan tangannya. “Aahh” desahnya lagi. Luhan menggigit bibir bawahnya. Merasakan panas yang mulai menjalar di sekujur tubuhnya. Lidah kris menuruni lekuk tubuh Luhan. Menyapu perut datarnya yang mulus. Kris kembali membaringkan luhan di atas ranjang. Melemparkan selimut ke lantai. Ia juga melepas semua pakaiannya, hingga tak ada sehelai benang pun yang melekat. “Hmm.. aku rindu dengan semua ini ” ujar kris menatap Luhan yang setengah telanjang. Kris melucuti bawahan yang dipakai Luhan hingga sepenuhnya telanjang “Kris-ah, aku malu. Jangan menatapku dalam seperti itu ” “Mengapa harus malu? Aku rindu menatapmu dalam-dalam seperti ini” Kris mengambil gelas yang berisi coklat cair tadi. “Apa yang mau kau lakukan Krissy?” “Hanya ingin bermain-main. Sayangnya coklat ini sudah tidak hangat lagi. Tapi tak apa lah” kejantanannya yang sudah menegang, ia masukkan ke dalam gelas berisi coklat, membuat kejantanannya berbalut coklat. Kris juga memasukkan kejantanan luhan yang berdiri tegak ke dalam gelas berisi coklat, hingga kejantanan Luhan berbalut coklat. Sama sepertinya. Kris membaringkan tubuhnya di atas tubuh luhandengan posisi terbalik. Kepalanya berada di bawah menghadap kejantanan Luhan, kejantanannya berada di atas, menghadap wajah luhan. Begitupula sebaliknya. Perlahan, lumatan-lumatan lembut dirasakan Luhandan Kris.