PERASAAN BERBEDA (1/1)

"Calon istri apa ??? Yifan !!!!" seru Viann emosi, sedangkan Kris malah dengan santainya memeluk pinggang Xixi dan menyebabkan gadis itu merasa risih. Mencoba membuat jarak tubuhnya agaj berjauhan dengan Kris namun Kris memeluknya terlalu erat."Xixi, sebentar saja, aku perlu mengusir gadis satu ini pergi, mungkin ini bagia dari rencana ibu atau apalah ""Tetapi...nanti Luhan datang ""Luhan masih syuting, sekarang diamlah dan bekerjasamalah ""Tapi aku tidak mau ada ciuman lagi ""Tidak  akan " Kris yang masih mendekap Xixi mendekati gadis seksi bernama Viann itu."Sekarang dia ini adalah cintaku dan masalah kau adalah cinta pertamaku atau apalah, lupakan saja, eoh ?"Viann masih menatap kris dengan bingung. Karena kris tak kunjung mengatakan sepatah kata pun, ia akhirnya meninggalkan kamar itu. Segera setelah Viann pergi, Xixi segera melepaskan dirinya dari pelukan kris, kemudian duduk di ranjangnya."Kuharap ini bukan rencana ibu juga ", gumam kris seraya duduk di sebelah Xixi.Xixi memilih mengabaikannya dan berkonsentrasi kembali pada rajutan baju hangatnya."Hmmm lumayan ", goda kris seraya menyambar rajutan yang setengah jadi itu. "Ge, kembalikan !!"Tapi kris malah mengangkat rajutan itu tinggi-tinggi.Xixi akhirnya memang berhasil meraih rajutannya kembali namun disaat yang sama, Kris menariknya sehingga gadis itu terjatuh di atas tubuh kris.Kecanggungan kembali menyergap mereka, rajutan itu terjatuh begitu saja di lantai kamar.Kris hanya menatap Xixi, menatap mata bulat nan indah itu dan Xixi sendiri terpkau akan wajah sempurna kris yang begitu dekat dengannya.Pandangan Kris turun ke bibir penuh Xixi, yang barusan kemarin diciumnya.Aroma cherrynya masih Kris ingat sampai sekarang. Entah apa yang membiusnya sehingga kini ia ingin merasakan lagi manis dan lembutnya bibir itu. "Kris !! Kris !!!", seruan nyaring Luhan segera menyadarkan keduanya.Kris segera bangkit menuju pintu dan memanggil Luhan, sedang Xixi mengambil rajutan setengah jadinya di lantai.Luhan terkesiap saat mendapati Kris ada di kamar Xixi.Pikiran negatif kembali berkecamuk di otaknya.Ia sama sekali tak paham jalan pikiran Kris, semalam mereka baru saja bercinta, bahkan bagian bawah tu