KEBOHONGAN (1/1)

Semenjak ada ibu dan juga kakaknya, otomatis Kris dan Luhan harus ekstra berhati-hati agar mereka berdua tidak curiga akan hubungan mereka.Bahkan Kris harus berpura-pura tidur di kamar di sebelah kamar Luhan, ketika ibu dan kakaknya telah terlelap, barulah ia bisa pindah ke kamar Luhan.Saat makan bersama, pun Xixi juga dibuat canggung oleh sikap ibu kris. "Yifan-ah, ayo ambilkan daging lebih banyak untuk Xixi, tubuhnya begitu kurus, lihatlah. Ibu tidak mau calon menantu ibu kurus begitu "Xixi mengerutkan dahinya, jujur ia merasa sangat tidak enak  pada Luhan, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.Kris melirik ekspresi Luhan yang duduk tepat di depannya, pemuda itu tampak tidak berselera makan.Xixi mengambilkan sepotong daging untuk Luhan."Luhan ge, makanlah lebih bnayak daging, kau juga terlalu kurus "Luhan hanya mengangguk pelan "Luhan, berapa usiamu ?', tanya ibu Kris."Tahun ini 23 tahun ""Tapi kau masih tampak seperti berumur 18 tahun, kau imut sekali "Luhan hanya tersenyum mendengar komemntar ibu Kris, sedangkan mata Kris sedari tadi tidak lepas darinya. Ketika acara makan malam telah selesai, Luhan segera mengunci dirinya di kamar kembali.Kris yang menyadari Luhan bertingkah tak seperti biasanya, ingin mneyusulnya ke kamarnya, tapi ibunya belum tidur, dirinya jadi tak leluasa ke kamar mereka berdua. "Kris ge, apa sebaiknya kita menyudahi kebohongan ini ?", tanya Xixi pada Kris di taman belakang."Aku tidak tahu Xixi, aku benar-benar tak tahu harus bagaimana ""Ge, kali ini kau sungguh-sungguh tidak ada jalan lagi, mengaku atau tidak. Kalau kau bersama Luhan gege, kau akan tetap dijodohkan. Hubungan sesama jenis, ibumu tak akan setuju, jadi mengaku atau tidak, sama saja "Kris mengacak rambut pirangnya dengan frustasi. Tentu dari awal ia tahu konsekuensinya dan ia tak pernah menyesal telah menjalin hubungan dengan Luhan, namun kini bisa dibilang hubungan mereka ada di ujung tan