LEBIH DEKAT DENGANMU (1/1)

Kris telah mengenakan pakaian yang lebih casual. Dengan jaket hitam, t-shirt hitam dan skinny jeans."Jadi, ceritakanlah tentang dirimu ", Luhan melirik Kris yang sedang duduk di sebelahnya. Mereka berdua tengah menonton televisi. Luhan sendiri sedang tak ada jadwal apapun, dia mmeilih bersantai di rumah mewahnya."Well, namaku Kris wu, nama chinaku Wu Yifan, aku punya seorang kakak perempuan dan ibu yang tinggal di Beijing, keluarga kami hanya keluarga biasa saja, tak ada yang terlalu menarik dariku "."Tunggu, kau dari Beijing ?", Luhan membelalakkan matanya, membuatnya makin nampak seperti rusa kecil.Kris mengangguk, "Hey, aku juga dari Beijing, ternyata kita dari kampung halaman yang sama ", Luhan tertawa kecil."Apa kau sudah lama mnekuni pekerjaan ini, sebagai bodyguard ?", "Menjadi bodyguard seperti ini sebenarnya bukanlah cita-citaku. Aku sebeanranya ingin sekali menjadi dokter tapi pendidikan kedokteran kan mahal, keluarga kami mana punya uang sebanyak itu. Jadi aku memutuskan tidak meneruskan kuliah setelah lulus SMA. Tapi aku punya dasar beladiri, karena mempelajarinya sejak kecil, temanku yang bodyguard lalu mengajakku untuk mebcoba perkejaan ini, dia berkata aku punya tubuh tinggi dan cocok untuk menjadi seorang bodyguard, dia juga bilang kalau bayarannya lumayan. Jadi aku sih setuju saja, aku pernah mengawal pejabat, artis sepertimu, sampai wanita simpanan pejabat "."Wanita simpanan ? Kau serius ??""Seriuslah, tapi mengawal mereka, aku tidak pernah bertahan lama "."Kenapa ?", Luhan makin tertarik dengan cerita Kris, mengabaikan begitu saja acara televisi favoritnya yang terpampang di depannya.Ia bahkan mengubah posisi duduknya mengahadap Kris. "Mereka selalu saja merayuku, membuatku jengah dengan tingkah mereka yang dibuat genit dengan sengaja, menurutku mereka terlalu berlebihan "."Kalau mereka cantik bagaimana ?" , pancing Luhan."Mereka bukan tipeku ", jawab Kris singkat dan jelas."Memangnya tipemu seperti apa ?", kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut mungil Luhan, ia begitu penasaran dengan makhluk tampan dan sempurna di depannya ini."Aku suka wanita yang apa adanya,  dengan sikap alami yang tidak dibuat-buat dengan berlebihan, sedang apara wanita itu, tak hanya sikap mereka namun juga wajah mereka terlalu dipalsukan dengan make-up tebal mereka . Eh...kau sendiri bagaimana, apa sudah