Different Reflection [Indonesian]
Dia adalah pemimpi ceria yang berpikir bahwa kenyataan dimana dia tinggal hanyalah sebuah mimpi yang ia tak ingin untuk dibangunkan.Dia terjerumus pada kerumitan ketika ia melihat pantulan yang ia pikir ia kenali.Sebuah faithful map –peta kesetiaan- mencoba untuk membawanya kembali ke jalurnya tetapi ia terlalu terlena dengan bayangan sesat yang sangat sayang padanya.Jalan mana yang harus ia tempuh di antara dua pilihan yang akan membawanya ke dua dunia yang berbeda seperti ia sedang duduk berduka sehingga sulit untuk menyadari bahwa jalan mana pun yang ia pilih, kenyataan pahit akan menusuk hatinya. Telah tengah malam dan sepasang muda-mudi sedang berbaring di atas sebuah single bed di bawah sinar rembulan yang bersinar melewati jendela. Ini adalah malam yang damai lainnya untuk mereka seperti biasanya dan gadis itu di dalam dekapan sang pria seperti yang mereka sukai. Sang gadis suka untuk mendengar suara detak jantung sang pria dimana telinganya dapat mendengarnya seolah-olah itu merupakan satu-satunya melodi di dunia yang dapat ia nikmati sementara sang pria menyukai bahwa sang gadis berada di dekapannya seolah-olah itu merupakan hal terakhir yang ia lakukan sebelum meninggalkan dunia ini. Tidak ada satupun kata yang mereka dapat katakan karena mereka benar-benar tahu apa maksudnya itu.“Mengapa malam ini kau memelukku sangat erat?” perempuan itu bertanya meskipun ia menyukai itu. Ia mengangkat dagunya untuk meliat ke wajah terindah yang pernah ia lihat dengan kedua matanya. Dia memiliki sepasang mata kecil yang akan membentuk bulan sabit jika ia tersenyum, hidungnya yang kecil seperti anak anjing membuat wajahnya imut dan sepasang bibirnya yang akan berbentuk segiempat ketika ia tertawa. Dia memiliki kulit yang halus dan berseri-seri dan juga rambut coklat pendek dengan poni. Itu meruakan warna alami rambutnya. Laki-laki itu menatap lurus karena pertanyaan itu.“Tidak bolehkah aku?” laki-laki itu bertanya dengan senyuman nakalnya yang paling ia sukai. Senyum itu juga adalah senyum yang sama yang membuatnya jatuh cinta kepadanya. Gadis itu memberikan senyuman berseri-seri dan menggelengkan kepalanya. Ia membenamkan wajahnya di dada laki-laki itu dan ia memeluknya sama eratnya dengan pelukan yang laki-laki itu berikan.“Tidak, tetap memelukku seperti ini,” gumam gadis itu tetapi tetap terdengar oleh sang lelaki. Laki-laki itu mengangguk dan mencium rambut gadis itu.“Kau tahu kau harus berhenti menjadi nakal. Kau tidak bisa seperti ini selamanya,” laki-laki itu berkata dan sang perempuan hanya bisa tertawa kecil kepadanya. Ia mengingat kencan pertama mereka pada sore itu. Lelaki itu telah berbuat banyak untuk menghentikan tingkah nakal dan kekanakannya tetapi perempuan itu tidak pernah berhenti. Sebaliknya, perempuan itu menertawainya dan kabur. Orang-orang melihat mereka dengan aneh dan membuat lelaki itu malu tetapi perempuan itu menikmatinya. Perempuan itu adalah pembuat masalah untuknya tetapi ia tak pernah merasa bosan atau marah. Itulah mengapa perempuan itu sangat mencintainya sehingga ia bisa mati jika lelaki itu pergi. Tidak satu orang pun di samping keluarganya yang memperlakukannya seperti yang ia lakukan. Mereka hanya akan menyalahkanya dan menjauh darinya untuk menghindari masalah tetapi laki-laki ini yang berada di depannya adalah satu-satunya yang akan tinggal bersamanya. Mereka memulai sebagai tetangga, teman sekelas, sahabat karib dan sekarang sebagai pasangan. Tahun-tahun itu sangat sulit, tetapi ia tak pernah meninggalkannya.“Yah, kenapa kau tertawa?” laki-laki itu bertanya dengan mengerutkan dahi tetapi mereka tak bergerak, posisi mereka tak berubah.“Tidak bisakah aku?” tanya perempuan itu nakal dan kali ini sang laki-laki lah yang tertawa kecil. Laki-laki itu sendiri tidak tahu mengapa ia tidak dapat marah kepada perempuan di hadapannya. Perempuan itu membuat jengkel lelaki itu ketika pertama kalinya laki-laki itu melihatnya tetapi ia tak merasakan sesuatu selain tertarik padanya. Perempuan itu keras kepala dan Laki-laki itu mudah marah tertapi tidak dapat berbuaat apa-apa kepadanya ketika perempuan itu membuatnya marah. Itu seperti perempuan itu memberikan mantra kepadanya dan membuat laki-laki itu tak dapat terlepas darinya. Tetapi ia tahu, mantra seperti itu tidak pernah ada kecuali sesuatu yang dinamakan cinta. ia sangat mencintainya sehingga ia berpikir ia kan mati juka membuatnya menangis. Ia melihat kerja kerasnya dan itu membuatnya memutuskan untuk tidak pernah meninggalkannya. Dan ia bangga kepada dirinya bahwa ia tak pernah gagal untuk berada di sisinya setiap ia membutuhkannya tetapi di masa yang akan datang, ia mengetahui ia akan mematahkan hatinya sekali seumur hidupnya.“Dengar, kau harus berhenti memakan coklat, kue, es krim, mie instand dan segala makanan tak sehat terlalu banya. Berhenti meminum banyak minuman berkarbonat. Itu tak bagus bagi kesehatannmu. Kau harus sudah berada di tempat tidurmu ketika waktu tidur. Kau harus tidur walaupun kau tak bisa. Tetaplah di kasurmu. Pakai kaos kaki yang aku berikan kepadamu. Apakah kau menggunakannya sekarang?” laki-laki itu hanya dapat merasakan perempuan itu menggangukkan kepalanya terapi ia juga tahu bahwa gadis itu juga sedang mengerucutkan bibirnya. Ia mengetahui seberapa bencinya perempuan itu ketika orang-orang mengoceh tentang apa yang harus ia lakukan.“Mengapa kau memberi tahukanku ini? Ayo tidur.” Itu adalah jawaban yang biasa ia berikan ketika orang lain menasihatinya.“Kau tahu aku tak akan lelah memberitahumu semua ini, kan?” tanya laki-laki itu tapi ia tak menerima jawaban apapun. Ia membuang nafasnya dengan berat. Ia tahu perempuan itu tidak tidur. Perempuan itu hanya tidak ingin mendengarkan kata-katanya. Laki-laki itu mengeratkan pelukannya dan mengelus punggungnya dan ia dapat merasakan perempuan itu merapat kepadanya.“Aku mencintaimu dan aku hanya ingini yang terbaik untukmu.”“Aku tahu. Aku juga mencintaimu.” Gumam perempuaan itu dengan kantuk yang sudah menyergapinya.“Apakah kau dapat berjanji padaku untuk tidak lagi menangis dalam tidurmu? Apakah kau dapat berjanji untuk selalu melihat rembulan setiap saat kau merindukanku, Moonlight?” Pria itu bertanya dengan suara yang bergemetar namun tidak disadari oleh sang gadis yang sudah siiap untuk tidurr itu. Perempuan itu mendengar pertanyaanya namun tidak bisa memikirkan apapun selain itu jadi perempuan itu hanya berjanji. Dan ia tersenyum kecil ketika lelaki tiu memanggilnya dengan panggilan sayangnya. Laki-laki itu telah memanggilnya dengan banyak panggilan sayang sebelumnya tetapiyang paling ia sukai adalah Moonlight –cahaya rembulan- karena itu adalah satu-satunya yang menemaninya ketika dia merasa kacau di tengah malam. Ia membagikan penderitaannya kepada rembulan dan sinar rembulanlah yang memberikannya kekuatanuntuk tetap menjalani hidupnya.“Aku mencintaimu.” Itu adalah kata-kata terakhir yang ia dengar dari lelaki itu sebelum ia benar-benar tertidur. Setelah beberapa saat, ketika sang laki-laki yakin bahwa perempuan itu telah tertidur, ia menggeser dengan pelan perempuan itu dari tangannya dan duduk di kasur Ia meletakkan kepala gadis itu di bantal dan meyelimuti tubuh perrempuan itu. Ia mengamati sesosok manusia yang ia cintai agar ia dapat melihatnya dengan keseluruhan dan merekamnya dalam ingatan. Ia mengelus rambutnya dan menyadari matanya telah berair. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan tetapi satu hal yang ia yakin, ia harus meninggalkannya.ia tidak dapat bersamanya ketika peremppuan itu membutuhkannya, ia tidak dapat menemaninya tidur dan ia tidak dapat mengatakan “Aku cinta padamu” lagi. Ia hanya berharap bahwa perempuan itu dapat hidup dengan baik dan bisa mendapatkan apa yang terbaik untuknya.“Aku mencintaimu.” Pria itu berucap sebelum mencium bibir perempuan itu, tanpa mengetahui bahwa itu adalah kesempatan terakhir yang ia punya. ForewordFanfiction ini merupakan fanfiction terjemahan dari fanfiction dengan judul yang sama yaitu Different Reflection karya NanazDaira dan MoonightJHN. Disini aku hanya menerjemahkannya saja. Jika ada kekurangan dan kesalahan saya mohon maaf dan mohon di komen agar aku dapat memperbaikinya. English is not my mother languange.